Daan Mogot City Jamin Pembangunan Lebih Cepat dari Jadwal - Kompas.com

Daan Mogot City Jamin Pembangunan Lebih Cepat dari Jadwal

Kompas.com - 01/08/2018, 11:55 WIB
Berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat, proyek superblok ini dikembangkan oleh China Communication Construction Group (CCCG)Dok Damoci Berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat, proyek superblok ini dikembangkan oleh China Communication Construction Group (CCCG)

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Daan Mogot City, Shen Chao, menjamin bahwa pihaknya akan terus melakukan pembangunan Daan Mogot City atau Damoci sesuai jadwal. Dalam jangka 15 bulan, yakni sejak peletakkan batu pertama pada April 2017 untuk 4 tower pertama, yaitu Albatross, Bluejay, Canary dan Dove, kini proyek vertikal itu sudah mencapai lantai 22.

"Kalau lihat progresnya justru 15 persen lebih cepat dari deadline, lebih cepat dari jadwal. Kami yakin bisa selesaikan tepat waktu," ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Shen mengakui bahwa kelesuan ekonomi belakangan ini cukup berdampak pada perlambatan bisnis properti. Tapi, hal itu tak otomatis membuat proyek yang dikembangkan sejumlah developer kehabisan energi untuk terus membangun.

"Nyatanya, kami tetap berusaha berlari kencang menuntaskan proyek sesuai jadwal, bahkan bisa lebih cepat dari rencana," kata Shen.

Berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat, proyek superblok ini dikembangkan oleh China Communication Construction Group (CCCG) yang merupakan 91st Fortune Global Companies, lewat anak perusahaannya yang bernama PT China Harbour Jakarta Real Estate Development. Dalam cetak birunya, CCCG berencana membangun tujuh menara apartemen dan area perbelanjaan di lahan seluas 16 hektare pada tahap pertama.

Billy Tanutama, General Manager Sales & Marketing, mengatakan bahwa dengan proses pembangunan yang berjalan seperti saat ini dirinya optimistis topping off atau proses penutupan atap tower pertama Damoci bisa dilakukan pada Oktober 2018 mendatang.

"Lantai di tower pertama ini totalnya akan mencapai 31 lantai," tutur Billy.

Berdasarkan data penjualan, Billy mencatat bahwa 67 persen konsumen memilih cara bayar melalui KPA, yang diikuti dengan posisi seimbang antara tunai keras dan installment sebanyak 21 persen.


EditorLatief

Close Ads X