INFOGRAFIK: Mengenal Jenis-jenis Penyeberangan Sebidang - Kompas.com

INFOGRAFIK: Mengenal Jenis-jenis Penyeberangan Sebidang

Kompas.com - 26/07/2018, 16:59 WIB
Jenis-Jenis Penyeberangan SebidangKOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Jenis-Jenis Penyeberangan Sebidang

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengganti jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan dengan pelican crossing tengah menjadi perhatian publik.

Pelican crossing (dulu disebut pelicon crossing karena merupakan singkatan dari pedestrian light controlled crossing) merupakan jenis penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi satu set standar lampu lalu lintas di dua sisi jalan.

Lampu lalu lintas itu menghadap ke lokasi penyeberangan pejalan kaki dan ke arus lalu lintas yang mendekat, serta dilengkapi tombol tekan bagi para penyeberang.

Selain pelican crossing, ternyata ada beberapa jenis penyeberangan sebidang. Apa saja?

Berikut dirangkum Kompas.com dalam infografik di bawah ini:

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Jenis-Jenis Penyeberangan Sebidang

Penyeberangan Zebra (zebra cross)

  • Diletakkan di persimpangan jalan utama
  • Digunakan untuk memfasilitasi jumlah pejalan kaki dari rendah hingga tinggi dengan disertakan pemarkaan dan penanda lampu selama fase menyebrang.

Penyeberangan Pelikan (pelican cross)

  • Biasanya ditempatkan di antara blok bangunan yang cukup lebar dengan lalu lintas yang cukup tinggi.
  • Penyeberang jalan dapat menekan tombol yang otomatis mengaktifkan sinyal lampu untuk memerintahkan kendaraan berhenti.
  • Pada lampiran Permen PU Nomor 3 Tahun 2014 disebutkan bahwa penyeberangan pelikan diletakkan minimal 300 meter dari persimpangan.

Raised Crossing

  • Dibuat setinggi trotoar
  • Diletakkan pada jalan-jalan permukiman yang cukup padat baik jumlah pejalan kaki maupun lalu lintas kendaraan.
  • Dapat diletakkan pada area dengan aktivitas komersial tinggi dan jalan-jalan kecil yang terhubung langsung dengan jalan yang lebih besar.

Traffic Calmed Crossing

  • Diletakkan di pertengahan blok dengan disertai penambahan elemen peredam lalu lintas seperti speed bump atau penanda garis.
  • Peredam lalu lintas diletakkan pada 5-10 meter sebelum ruang menyeberang

Staggered Crossing

  • Jenis penyeberangan yang tidak sejajar pada jalan dengan minimal dua arah lalu lintas.
  • Terdapat median atau pulau penyeberangan dengan lebar 3 meter dan jarak offset kedua penyeberangan tidak lebih dari 1 meter.
  • Diletakkan di antara blok dan tidak di persimpangan.

Pinchpoint/Yield Crossing

  • Jenis penyeberangan antar blok lainnya yang memperpendek jarak menyeberang seseorang dengan memperluas area pejalan kaki yang mengurangi ruang kendaraan pada titik penyeberangan.
  • Minimal ruang kendaraan yang disisakan di antara dua area pejalan kaki adalah 3,5 meter dengan asusmsi dapat dilalui kendaraan darurat seperti pemadam kebakaran dan ambulans.
Kompas TV Sejak kereta bandara beroperasi, penumpukan penumpang yang masif terjadi di Stasiun Duri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X