Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

September, WHO Tempati Kantor di Gedung Tertinggi Indonesia

Kompas.com, 20 Juli 2018, 23:16 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) akan menempati ruang perkantoran mereka di gedung paling tinggi se-Indonesia, Gama Tower, September 2018 mendatang.

Direktur Operasional Gama Land Dikcy Soetikno mengungkapkan hal tersebut secara khusus kepada Kompas.com, Jumat (20/7/2018). 

Menurut Dicky, penandatanganan perjanjian sewa menyewa antara Gama Land dan WHO dilakukan pada bulan Juni lalu.

WHO mengokupasi ruang satu lantai seluas 1.500 meter persegi. Saat ini, mereka tengah melakukan persiapan dan fitting out. 

"September, mereka mulai masuk," kata Dicky.

Selain WHO, penyewa lainnya yang mengisi Gama Tower adalah jaringan operator co-working space asing bernama We Work.

Serupa WHO, We Work juga mengokupasi satu lantai ruangan seluas 1.500 meter persegi. We Work menyewa ruang perkantoran di Gama Tower dengan harga transaksi Rp 275.000 per meter persegi.

"Nilai itu termasuk furnitur, namun di luar service charge," imbuh Dicky.

Gama TowerDokumentasi Westin Gama Tower
Sementara harga sewa Gama Tower secara umum, mencapai Rp 200.000 per meter persegi. Tak sampai menyentuh angka pasar yang rata-rata Rp 300.000 per meter persegi.

Padahal tarif sewa rata-rata itu telah mengalami penurunan sebesar 3 persen secara triwulanan.

Hal ini dipicu lemahnya permintaan pasar di satu sisi, namun di sisi lain jumlah pasokan ruang perkantoran baru justru meluber.

Riset Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan, tingkat hunian ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta per kuartal II-2018 hanya 77 persen.

Angka ini tak mengalami kemajuan dibanding kuartal lalu, apalagi jika dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 80 persen.

Dus, tingkat serapan hanya 77.000 meter persegi dari total pasokan 141.000 meter persegi. Total pasokan ini akan bertambah 1 juta meter persegi pada tahun-tahun mendatang.

Gedung tertinggi

Gama Tower sendiri merupakan gedung paling jangkung di Indonesia yang menjulang hingga 285,5 meter dan terdiri dari 64 lantai.

Sebelumnya, Gama Tower dikenal juga sebagai Menara Rasuna atau Cemindo Tower, menempati lokasi di Jalan HR. Rasuna Said Kavling C22, Jakarta Selatan.

Rekor gedung tertinggi ini belum akan dipecahkan hingga 2019-2020 mendatang saat Indonesia One South dan North Tower rampung konstruksinya.

Baca juga: Lima Gedung Tertinggi di Indonesia hingga 2020 

Selain perkantoran, Gama Tower berisi hotel bintang lima dengan brand The Westin Jakarta. Kinerja The Westin Jakarta, menurut Dicky, berada di angka 85 persen untuk tingkat hunian atau occupancy rate.

"Angka segitu untuk Senin-Jumat. Sementara saat week end masih bisa menyentuh angka 70 persen. Selain kamar, F and B-nya juga bagus. Tamu banyak dari luar kota," pungkas Dicky.


Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau