Media Sosial Marak, Profesi Desainer Interior Justru Terpuruk

Kompas.com - 19/07/2018, 14:00 WIB
Hasil penelitian Unity Marketing mengenai penilaian para desainer interior terhadap efektivitas penggunaan media sosial unitymarketingonline.comHasil penelitian Unity Marketing mengenai penilaian para desainer interior terhadap efektivitas penggunaan media sosial

Hasilnya, banyak desainer interior yang tidak mengetahui media sosial apa yang efektif bagi perkembangan bisnisnya.

Berdasarkan survei ini, sekitar 80 persen desainer interior beralih dan aktif di berbagai platform media sosial.

Dari keseluruhan jumlah ini, hanya 17 persen yang efektif dalam mempromosikan bisnis mereka.

Sebagian sisanya, masih mengandalkan cara promosi dari mulut ke mulut (Word of Mouth) yang dianggap lebih efektif.

Dengan kata lain, delapan dari sepuluh desainer interior yang berkecimpung di media sosial, menganggap platform ini menjanjikan namun tidak memberikan pemasukan.

Ketika disurvei tentang tantangan bisnis mereka, desainer interior melaporkan tantangan nomor satu adalah bagaimana caranya menarik klien baru.

Dalam dunia media sosial, sangat penting untuk tak hanya eksis dan ada di sana, namun juga bagaimana menemukan cara yang tepat yang dapat menarik pelanggan yang potensial.

“Desainer banyak menghabiskan waktunya (di media sosial). Hal ini membuat mereka merasa lebih baik saat tidak memiliki pemasukan,” ujar salah satu desainer saat survei.

Lainnya berpendapat bahwa media sosial merupakan tempat bagi mereka yang mencari teman senasib.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X