Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2020, Indonesia Punya Pencakar Langit 70 Lantai

Kompas.com, 17 Juli 2018, 21:08 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun mendatang atau tepatnya 2020, Indonesia akan memiliki pencakar langit yang mengangkasa setinggi 333,5 meter yang mencakup 70 lantai.

Kelak, gedung bernama Thamrin Nine Tower 1 ini merebut rekor tertinggi yang saat ini masih tersemat pada Gama Tower milik bersaudara Ganda dan Martua Sitorus.

Bila mengacu pada Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), Thamrin Nine Tower 1 masuk kategori supertall atau di atas 300 meter.

Perkembangannya saat ini sudah mencapai 32 lantai dan akan tutup atap (topping off) pada pertengahan 2019, untuk kemudian secara resmi beroperasi pada 2020.

Baca juga: Bakal Gedung Tertinggi di Indonesia Itu Progresnya Sudah 32 Lantai

Presiden Direktur PT Putragaya Wahana Alvin Gozali selaku pengembang Thamrin Nine Tower 1 berkisah kepada Kompas.com, bahwa untuk mempersiapkan gedung tinggi ini butuh satu dekade.

"Kami sudah merintisnya sejak 2008 silam. Kami ingin ada ikon yang mewakili Jakarta sebagai kota metropolitan dunia. Jika Kuala Lumpur punya Petronas Tower, Jakarta harus punya sesuatu yang dapat dibanggakan," papar Alvin, Senin (16/7/2018).

Apartemen Le Parc Thamrin Nine, Jakarta Pusat.Putragaya Wahana Apartemen Le Parc Thamrin Nine, Jakarta Pusat.
Tak sekadar jangkung, menurut Direktur Desain PT Putragaya Wahana Michael Winner, Thamrin Nine Tower 1 merupakan pencakar langit berstandar internasional kelas A.

"It is a world 'A' class building. Dirancang hemat energi hingga 30 persen," kata Michael.

Bukan sembarang klaim, hasil karya Kohn Pedersen Fox Association ini telah mendapat sertifikasi Green Mark dari BCA Singapura dengan peringkat Platinum.

Komisaris PT Putragaya Wahana yang juga Dosen Institut Teknologi Bandung Indra Djati Sidi menjamin Thamrin Nine Tower 1 sebagai gedung denga keamanan dan standar seismik 25 persen lebih tinggi dari kode bangunan saat ini.

Baca juga: Para Taipan Pemilik Lima Gedung Tertinggi di Indonesia

"Yang jadi masalah bukan pada magnitudo atau kekuatan gempa, melainkan seberapa jauh episentrum gempanya. Kalau Jakarta masih aman," kata Indra.

Thamrin Nine Tower 1 berada di dalam kompleks pengembangan properti multifungsi Thamrin nine seluas 5,2 hektar dengan total luas bangunan 470.000 meter persegi. 

Perkembangan proyek Thamrin Nine Tower 1, Senin (16/7/2018).Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan proyek Thamrin Nine Tower 1, Senin (16/7/2018).
Pembangunannya dibagi dalam dua tahap. Tahap I tengah dikembangkan Thamrin Nine 1 yang merupakan kombinasi perkantoran dan 181 kamar hotel supermewah Waldorf Astoria Hotels and Resorts.

Selain itu, tengah dibangun pula apartemen yang dijual strata title  yakni Le Parc, mencakup The Mansion 30 unit, The Terrace 53 unit, dan The Town Homes 25 unit.

Sementara tahap II merupakan pembangunan Thamrin Nine Tower 2 yang didesain setinggi 275 meter meliputi 62 lantai.

Di struktur ini terdapat perkantoran, 180 unit apartemen servis dan 200 kamar hotel. Apartemen servis dan hotel dikelola oleh Pan Pacific Hotel Group dengan bendera Parkroyal Serviced Suites dan Parkroyal Hotel. 

Secara keseluruhan nilai investasi Thamrin Nine sebesar Rp 6,5 triliun.



Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau