Industri Logistik Dukung Integrasi Tol JORR

Kompas.com - 28/06/2018, 16:09 WIB
Tol JORR ruas W2 ruas Ulujami-Kebon Jeruk (ke arah kiri) sudah siap difungsikan. Warta Kota/Angga Bhagya NugrahaTol JORR ruas W2 ruas Ulujami-Kebon Jeruk (ke arah kiri) sudah siap difungsikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana perubahan atau integrasi tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang akan diberlakukan pemerintah mendapat dukungan positif dari pelaku industri logistik.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

"Kami dari ALFI sangat mendukung integrasi tarif Tol JORR dan akses Tanjung Priok dengan single pricing karena bagi kami memberikan kepastian layanan," ujar Wakil Ketua Kompartemen Kepabeanan ALFI Ian Sudiana kepada Kompas.com, Kamis (28/6/2018).

Dukungan itu, kata dia, karena alasan kepastian dari sisi biaya. Sebab, makin sedikit pintu yang harus dilewati dan cukup satu kali bayar hingga sampai ke tujuan atau ke ujung Tol JORR.

Ian memberi contoh jalur yang biasa dilewati oleh kendaraan angkutan logistik, yaitu dari Tanjung Priok lewat Kebon Bawang, lalu lewat Rorotan.

"Kalau dari Tanjung Priok masuk Kebon Bawang Rp 45.000, di Rorotan bayar lagi Rp 20.500. Itu satu siklus jadi Rp 65.500," ungkapnya.

Dengan integrasi tarif ini, imbuh Ian, biayanya hanya Rp 30.000, dan untuk pergi-pulang biaya total jadi Rp 60.000.

Jika dibandingkan dengan sebelum integrasi, biaya totalnya lebih dari Rp  120.000, atau paling rendah sekitar Rp 86.000 jika tidak melewati Kebon Bawang.

Jadi, menurut dia, integrasi tarif ini lebih bagus pengaruhnya dari sisi biaya.

"Dibuat tarif tunggal hanya menjadi Rp 30.000, round trip Rp 60.000. Dibandingkan tadinya Rp 120.000-an atau terendah Rp 86.000-an kalau tidak lewat Kebon Bawang, tapi ambil dari Rorotan. Jadi tetap lebih bagus," ucapnya.

Ian mengaku sudah menghitung biaya untuk jarak tempuh terjauh setiap golongan kendaraan.

Menurutnya, jarak terjauh untuk kendaraan golongan I biayanya bisa turun sampai 70 persen, golongan 2 dan 3 biayanya turun 40-60 persen, serta golongan 4 dan 5 biayanya turun sekitar 30 persen.

Untuk kendaraan golongan I akan terasa perubahan tarif yang meningkat. Namun, bagi industri logistik, akan berpengaruh positif.

"Mobil golongan I memang ada adjustment ke atas, tapi bagi kami di logistik adjustment-nya jadi lebih positif. Jadi kami siap dukung karena dapat keuntungan langsung dari integrasi ini," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X