4 Faktor Penyebab Mudik Lebaran 2018 Terbilang Sukses

Kompas.com - 22/06/2018, 17:05 WIB
 Sejumlah kendaraan arus balik melintas ruas Tol Cipali kilometer 188 di jalur Jakarta menuju Jawa Tengah Rabu petang (20/6/2018). System satu arah baru dimulai pukul 17.02 WIB dari yang sebelumnya direncanakan 15.00 WIB. KOMPAS.COM / Muhamad Syahri Romdhon Sejumlah kendaraan arus balik melintas ruas Tol Cipali kilometer 188 di jalur Jakarta menuju Jawa Tengah Rabu petang (20/6/2018). System satu arah baru dimulai pukul 17.02 WIB dari yang sebelumnya direncanakan 15.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hajatan mudik dan balik Lebaran 2018 dinilai berbagai kalangan cukup sukses. Meskipun, di beberapa titik jalan tol masih terpantau adanya kepadatan arus kendaraan. Terutama, jelang memasuki kawasan tempat istirahat atau rest area.

Menurut pengamat transportasi Darmaningtyas, ada empat hal yang membuat musim Lebaran kali ini berjalan baik. Pertama, berfungsinya jalur Tol Trans-Jawa, baik yang statusnya fungsional maupun operasional.

Baca juga: Pengamat Transportasi Menilai Mudik 2018 Lancar dan Sukses

"Kedua, libur panjang sebelum Hari H dan setelah Hari H yang memungkinkan warga dapat mengatur perjalanan mudiknya lebih leluasa," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (22/6/2018).

Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengatakan, pada Lebaran tahun sebelumnya, arus mudik bertumpu pada H-3 sampai H-2 dan arus balik menumpuk di H+2 hingga H+3.

Namun pada musim mudik Lebaran 2018 arus mudik terjadi sejak H-7 hingga H-2, sedangkan arus baliknya dimulai dari H+2 hingga H+4.

Dengan panjangnya durasi waktu mudik dan balik, secara otomatis memecah konsentrasi pergerakan warga sehingga tidak menumpuk pada satu tanggal saja.

Bila waktu liburnya pendek, konsentrasi arus mudik atau balik menumpuk pada tanggal yang sama.

"Ketiga, banyak pemudik yang terangkut oleh program mudik gratis. Ada yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, swasta independen, partai politik, maupun komunitas-komunitas," kata dia.

Terakhir, menurut Darmaningtyas, jumlah pemudik pada tahun ini relatif menurun. Hal itu terlihat dari tiga indikator yakni, menurunnya tingkat keramaian di desa tujuan mudik, serta kondisi lalu lintas Jakarta yang tidak selengang tahun sebelumnya.

"Indikator ketiga, data Jasa Marga, mengenai jumlah kendaraan yang keluar Pintu Tol Cikampek sejak H-10 sampai H+1 mengalami penurunan, yaitu dari 1.192.704 unit (Lebaran 2017) menjadi 995.393 unit (turun 16,54%) pada Lebaran 2018 ini," tutur Darmaningtyas.

Penurunan tersebut diperkirakan lantaran bersamaannya waktu pencarian sekolah atau kampus baru, sehingga banyak keluarga yang memilih mengalokasikan dananya untuk mencari sekolah atau tempat kuliah anak daripada untuk mudik Lebaran.

"Kecuali itu, makin banyak keluarga yang sudah ditinggalkan oleh orang tua mereka sehingga merasa tidak ada ikatan kuat lagi untuk mudik," tutup dia.

Saksikan video reportase perjalanan mudik Tim Merapah Trans Jawa berikut ini:

Kompas Video Tim Merapah Trans-Jawa 3 Kompas.com menelusur hingga ruas terakhir Tol Trans-Jawa.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Berita
Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Berita
Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Perumahan
Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Hunian
7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

Perumahan
Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Hotel
Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Berita
Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Interior
Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Berita
Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Interior
TwoSpaces dan Pace Tawarkan Work from Close Home, Ruang Kerja Fleksibel

TwoSpaces dan Pace Tawarkan Work from Close Home, Ruang Kerja Fleksibel

Perkantoran
komentar di artikel lainnya
Close Ads X