Dari 17,8 kilometer yang menjadi tugas SMJ, sekitar 5 kilometer di antaranya telah dibantu pekerjaannya oleh Waskita. Artinya, beban yang harus diselesaikan SMJ menjadi lebih mudah.
Sejauh ini, sudah 10 kilometer dari panjang jalan di Paket 3 yang telah teraspal. Sedangkan, empat kilometer lainnya dilapisi lean concrete setebal 10 sentimeter.
"Itu nanti kira-kira 12,5 kilometer sampai 13 kilometer bakal selesai (diaspal)," kata Basuki.
Adapun untuk Paket 4 sepanjang 9,5 kilometer, saat ini kondisinya sudah cukup baik dengan jalur perkerasan rigid pavement di kedua lajurnya.
Fasilitas
Hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian, jalan tol ini belum dilengkapi dengan SPBU. Namun, pengelola akan menyediakan tempat istirahat atau rest area sementara di dua titik, yaitu Sta. 367+500 dan KM 344.500.
Dengan belum adanya SPBU, maka ada baiknya calon pengguna jalan untuk memastikan bahan bakar minyak yang ada di dalam mobil mencukupi. Pasalnya, hanya ada dua jalur keluar di ruas tol ini, yaitu exit Gandulan dan Batang.
Adapun rest area sementara hanya akan dilengkapi dengan toilet, mushola fungsional, lahan parkir, SPBU portabel, dan tenant fungsional.
Untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan pada malam hari, marka jalan dan lampu penerangan akan dipasang di sepanjang jalan.
"Nanti pakai tolo-tolo dan ada lampu di rest area sementara," kata Direktur Teknik dan Operasi PBTR Arman Pandjaitan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.