Kompas.com - 25/05/2018, 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengerjakan pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan dan air, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kalau berjalan sesuai target, pembangunan Bendungan Kuningan ini akan selesai pada akhir 2018 dan saat ini perkembangannya sudah 75,88 persen.

Pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.
Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, volume tampung bendungan ini yaitu 25,9 juta meter kubik secara total.

Nantinya membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok, dan digunakan untuk dua daerah irigasi, yakni Daerah Irigasi (DI) Cileuweung di Kabupaten Kuningan seluas 1.000 hektar dan DI Jangkelok di Kabupaten Brebes seluas 2.000 hektar.

Pengerjaannya sudah dilakukan dari tahun 2013 oleh PT Wijaya Karya dan PT Brantas Abipraya KSO selaku kontraktor pelaksana.

Bendungan tipe urugan ini panjang puncaknya 229 meter dan terdapat terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter yang pembangunannya sudah 78,98 persen. Tahap berikutnya akan dilakukan pengisian air bendungan (impounding) pada awal 2019.

"Kapasitas tampung bendungan ini dua kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di NTT yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.  Ditargetkan selesai akhir tahun 2018 ini," kata Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Kamis (24/5/2018).

Pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, ujarnya, manfaat lain bendungan ini yaitu pengendalian banjir, sumber air baku sebesar 300 liter per detik, dan energi listrik tenaga air sebesar 500 kwh.

Dia menambahkan, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dalam membangun bendungan itu karena nantinya digunakan oleh dua provinsi, daerah hulunya ada di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dan daerah hilir Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.