Perbaikan Wajah Kota Lama Semarang Tuntas Akhir 2018

Kompas.com - 14/05/2018, 20:30 WIB
Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang, Jawa TengahKOMPAS.com/NAZAR NURDIN Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang, Jawa Tengah

SEMARANG, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembenahan dan penataan atas Wajah Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

Proyek revitalisasi yang meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018.

Selain perbaikan jalan dan drainase, Kementerian PUPR juga menata jalur pedestarian, drainase, landscape, bangku taman, halte hingga kolam retensi.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 156 Miliar Tata Kota Lama Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, semua kegiatan revitalisasi harus tuntas dikerjakan pada akhir 2018 ini. Total dana untuk perbaikan wajah kota lama dari APBN mencapai Rp 196 miliar.

“Target proyek dengan dana APBN selesai bulan Desember,” ujar Hendrar kepada Kompas.com, Senin (14/5/2018).

Selain pekerjaan infrastruktur, wajah kota lama juga nantinya diubah, jauh lebih lebar dibanding saat ini. Lampu penerangan juga lebih terang dan artistik.

“Penerangan nanti lebih artisitik, Taman Bubakan dirancang lebih bagus lagi, yang di bawahnya nanti ada Polder mini. Jadi di Bubakan gak banjir lagi,” jelas Hendrar. 

Terkait banyaknya gedung-gedung tua yang dibiarkan mangkrak, Pemkot Semarang berencana mempertemukan pemilik gedung dengan pelaku bisnis.

Gedung tua bisa dipinjam atau dibeli, sehingga dapat dilakukan renovasi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan bisnis atau seni budaya,

“Diserahkan business to business. Swasta nanti dipertemukan dengan pemilik gedung, ada yang setuju dibeli atau dikontrakkan,” ujarnya.

Kota Lama Semarang diusulkan mejadi salah satu kota pusaka warisan dunia oleh UNESCO pada 2020 mendatang. Demi mendukung itu, pihak pengelola kota lama terbang ke Belanda untuk menyalin dokumen-dokumen terkait Kota Lama.

Pemerintah pun mendapat akses untuk menyalin peta asli kota lama. Selain itu, pengelola juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan museum di Delft, dan Museum di Leiden. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X