108 Hektar, Tambahan Lahan Tol Trans Jawa di Jateng - Kompas.com

108 Hektar, Tambahan Lahan Tol Trans Jawa di Jateng

Kompas.com - 14/05/2018, 19:30 WIB
Papan petunjuk di Sayung, Demak yang ditujukan kepada pengendara untuk menghindari jalur Pantura Terboyo Semarang, Senin (12/2/2018)Kompascom/Nazar Nurdin Papan petunjuk di Sayung, Demak yang ditujukan kepada pengendara untuk menghindari jalur Pantura Terboyo Semarang, Senin (12/2/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com – Kebutuhan lahan untuk pembangunan jalan Tol Trans Jawa bertambah lagi. Di wilayah Jawa Tengah (Jateng), kebutuhan lahan tambahan mencapai 108,6 hektar yang tersebar  di 7 Kabupaten dan kota.

Dalam pengumuman Nomor 590/0001948 yang Kompas.com lansir dalam situs resmi pemprov Jateng, Gubernur Jawa Tengah menyetujui adanya tambahan lahan pengadaan tanah untuk jalan Tol Trans Jawa.

Persetujuan itu dengan maksud untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara jawa yang mempunyai lalu lintas dengan kepadatan tinggi.

Baca juga: Kebutuhan Lahan Tol Semarang-Demak Membengkak Jadi 535 Hektar

“Pengadaan tanah mulai April 2018 hingga Juli 2018. Untuk Progres pembangunan fisik direncanakan tahun 2018 setelah pengadaan tanah selesai,” ujar Sekretaris daerah Jawa Tengah Sri Puryono, Senin (14/5/2018).

Kebutuhan lahan tambahan itu tersebar di sebagai daerah, salah satunya Kota Semarang. Ada 7 kelurahan di Semarang yang bakal terkena tambahan pengadaan lahan, yaitu di Kelurahan Beringin, Gondoriyo, Wonosari, Purwoyoso, Ngaliyan, Tambak Aji (Kecamatan Ngaliyan), dan Kelurahan Kembang Arum di Semarang Barat.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Semarang Wibowo Suharto mengakui hal itu. Pihaknya saat ini berkejaran dengan waktu untuk pembebasan lahan tambahan.

“Ini kami belum 100 persen, sudah dapat tugas untuk pembebasan lahan tambahan,” aku Wibowo.

Baca juga: Agustus 2018, Konstruksi Tol Semarang-Demak Mulai Dikerjakan

Sementara kebutuhan lahan lain yaitu 25 Desa di Kabupten Kendal. Desa tersebut adalah Desa Sambongsari, Penyangkringan, Nawangsari, Bumiayu, Sumberagung, Ringinarum, Tejorejo, dan Wungurejo.

Kemudian Desa Ngawensari, Rowobranten, Galih, Cepokomulyo, Margomulyo, Dawungsari, Sumbersari, Rejosari, Jatirejo, Kertomulyo, Tungulsari, Penjalin, Blorok, Magelung, Sukomulyo, Protomulyo, Nolokerto, dan Sumberejo.

31 Desa di Kabupaten Batang, yaitu Desa Banjiran, Masin, Cepagan, Kalibeluk, Sawahjoho, Candiareng, Sijono, Rowobelang, Pasekaran, Cepoko Kuning, Lawang Aji, Tegalsari, Kandeman, Tragung, dan Desa Juragan.

Selanjutnya Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Kenconorejo, Gondang, Kuripan, Kedawung, Ketanggan, Sawangan, Plelen, Krengseng, Kutosari, Lebo, Grinsing, dan Mentosari.

Berikutnya ada 4 Desa di Kabupaten Pekalongan, Desa Babalan Kidul, Karangsari, Bojong Minggir, dan Pegandon; 5 Desa di Kabupaten Pemalan yaitu Petarukan, Serang, Banjaran, Beji, dan Pedurungan.

Kemudian 1 desa di Kabupaten Semarang yaitu Kandangan, 2 Kelurahan di Salatiga, yaitu Kelurahan Tingkir Lor, dan Tingkir Tengah. 



Close Ads X