Suasana Kantor Tentukan Produktivitas Karyawan - Kompas.com

Suasana Kantor Tentukan Produktivitas Karyawan

Kompas.com - 04/05/2018, 12:30 WIB
Ilustrasi desain ruangan kantor terbukaShutterstock Ilustrasi desain ruangan kantor terbuka

KOMPAS.com - Suasana kantor tempat Anda bekerja merupakan bagian penting yang memengaruhi kinerja, suasana hati, serta efektivitas dan efisiensi hasil kerja.

Jika kantor Anda sempit, tidak ada hiasan dinding, dudukan kursinya keras, dan hanya diterangi dengan lampu neon putih memanjang, mungkin Anda tidak akan termotivasi untuk bekerja maksimal dibanding bekerja di ruangan besar, terbuka, berjendela besar, dan ada area pribadi.

Menurut Managing Director Dale Office Interiors dan Co-Owner Scaletronic Warren Bricknell, menciptakan kantor dengan ruang kerja yang beda dari biasanya bisa membuat karyawan jadi lebih fleksibel.

"Ada area yang tenang, area kolaborasi, bahkan ada pula area permainan benar-benar dapat membantu karyawan untuk bekerja dengan hasil yang terbaik. Ini merupakan pilihan untuk bekerja sesuai dengan tugas masing-masing karyawan," ujar Bricknell.

Lebih lengkapnya, berikut ini lima cara untuk menciptakan suasana tempat kerja bagi karyawan yang dirancang untuk menambah produktivitas.

1. Ruang untuk bersantai

Menyediakan ruang bagi karyawan untuk sejenak melepaskan diri dari tekanan pekerjaan di kantor sangat penting untuk nantinya bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Ruang santai di Kantor Google Indonesia.Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Ruang santai di Kantor Google Indonesia.
Ruang ini bisa memiliki banyak kegunaan, misalnya tempat makan siang dan ruang pertemuan informal.

Ruang bersantai juga bisa digunakan untuk meringankan kelelahan mata dan leher setelah lama bekerja di depan komputer atau melepaskan ketegangan punggung sehabis duduk hanya di satu tempat.

"Saat ini banyak karyawan ingin adanya ruang bersantai di tempat kerjanya. Ruang ini bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran, yang penting bisa membuat karyawan merasa lebih nyaman, serta bisa mengekspresikan diri dan berkolaborasi lebih maksimal dengan rekan-rekan kerjanya," kata Bricknell.

2. Ruang privat

Sama seperti kebutuhan ruang untuk bersantai, karyawan juga perlu ruang privat untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Tampaknya semua karyawan berusaha memiliki privasi ruang kerja. Ini berpengaruh pada keterlibatan, kinerja, dan kepuasan hasil kerja," ucap manajer desain pemasaran aplikasi furnitur kantor Steelcase, Meg O'Neil.

Ruang pribadi berada di area tanah lebih tinggi ketimbang kantor. Dengan adanya keunikan topografi tersebut, memungkinkan Hollegha Arquitectos membangun empat lantai.www.designboom.com Ruang pribadi berada di area tanah lebih tinggi ketimbang kantor. Dengan adanya keunikan topografi tersebut, memungkinkan Hollegha Arquitectos membangun empat lantai.
Ada karyawan yang bisa mengatasi gangguan dalam pekerjaannya, tetapi ada juga karyawan yang merasa tertekan jika berada dalam suasana kantor yang sibuk. Hal itu malah dapat menghambat kinerjanya.

Kadang kala seorang karyawan perlu fokus mengerjakan tugas yang diterima, maka dari itu dia perlu tempat khusus untuk melakukannya.

“Memiliki ruang kerja yang cocok untuk karyawan dengan gaya dan tugas kerja yang berbeda-beda di setiap kantor adalah kunci untuk memastikan mereka bisa memberikan hasil yang terbaik dalam pekerjaannya," tutur O'Neil.

3. Teknologi baru

Perubahan teknologi yang makin maju, seperti wi-fi dan tablet layar sentuh, meningkatkan keinginan tersedianya ruang kerja yang lebih fleksibel.

Poster berisi kutipan pemberi motivasi menempel di dinding kantor Facebook IndonesiaKOMPAS.com/Yoga Hastyadi Poster berisi kutipan pemberi motivasi menempel di dinding kantor Facebook Indonesia
Menurut co-founder dan co-working space The Yard, Morris Levy, karyawan bisa bekerja di mana saja sehingga menjadi penting untuk menyediakan ruang yang menyenangkan bagi karyawan.

Karyawan ingin agar kehadiran teknologi bisa membuatnya mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin untuk perkembangan perusahaan.

"Yang sulit adalah menemukan keseimbangan yang pas. Setiap perusahaan mempunyai bisnis berbeda. Jadi manajemen bertugas untuk mengubah suasana ruang kerja sesuai tren, tetapi tetap memenuhi standar karyawan,” kata Bricknell.

4. Akses cahaya alami

Karyawan menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan. Mereka akan cenderung lebih bahagia ketika ruangan kantor kondisinya terang. Jika kondisi kantor suram atau kurang terang membuat karyawan menjadi bosan.

Terbatasnya akses cahaya matahari secara alami ke ruang kerja bisa membuat karyawan tertidur saat jam makan siang.

Pemandangan dari jendela besar di kedai Mbah Google.Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Pemandangan dari jendela besar di kedai Mbah Google.
Hasil penelitian Profesor Alan Hedge dari Cornell University menyebutkan, akses cahaya alami ke dalam ruangan kantor bisa meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, bisa menurunkan rasa kantuk karyawan hingga 56 persen.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Dewan Penasihat Green Building AS dan Wakil Presiden Strategi Industri di View, Brandon Tinianov, mengatakan, kurangnya akses cahaya matahari bisa mengurangi kemampuan mata untuk rileks dari kelelahan.

"Terlepas dari niat baiknya, tanpa disadari perusahaan mengurangi kesehatan dan kinerja karyawan dengan membatasi akses mereka terhadap cahaya alami," ujar Tinianov.

Laporan itu menemukan bahwa karyawan dengan pencahayaan siang hari yang optimal mengalami peningkatan produktivitas kerja 2 persen. Jika diuangkan, jumlah itu setara dengan tambahan 100.000 dollar AS per tahun untuk setiap 100 pekerja.

5. Barang pribadi dan benda seni

Benda-benda seni yang mencatat kenangan manis suku Yolngu, penduduk Aborigin di Arnhem Land, Northern Territory, Australia, terhadap para pelaut dan pedagang dari Makassar tersimpan di Buku-Larrngay Mukka atau Yirrkala Arts Center di Yirrkala.KOMPAS.com/Caroline Damanik Benda-benda seni yang mencatat kenangan manis suku Yolngu, penduduk Aborigin di Arnhem Land, Northern Territory, Australia, terhadap para pelaut dan pedagang dari Makassar tersimpan di Buku-Larrngay Mukka atau Yirrkala Arts Center di Yirrkala.
Memajang barang pribadi di ruang kerja juga dapat menginspirasi dan memotivasi karyawan. Beberapa barang yang bisa menyenangkan pikiran misalnya foto keluarga atau poster artis favorit.

Selain itu, barang yang bernilai seni juga bisa dipajang karena artistik dan enak dilihat.

"Bekerja di ruang yang diisi dengan benda seni terbukti bisa meningkatkan kreativitas. Apalagi jika karyawan bertemu dengan klien, itu membuat ruang kerja terasa lebih indah dan tetap profesional," kata pakar pemasaran dan komunikasi di Nations Photo Lab, Jenna Berman.


Komentar
Close Ads X