BI Rate Naik, Suku Bunga KPR Diprediksi Terkerek

Kompas.com - 04/05/2018, 11:32 WIB
Perkembangan suku bunga acuan dan inflasi KOMPAS/M FAJAR MARTAPerkembangan suku bunga acuan dan inflasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD), Bank Indonesia (BI) membuka kemungkinan untuk menaikkan BI 7-day Repo Rate yang saat ini berada pada angka 4,25 persen.

Ekonom Bank Permata Joshua Pardede mengatakan, hal ini bisa berdampak pada kenaikan suku bunga kredit konsumsi, termasuk kredit pemilikan rumah ( KPR) atau apartemen (KPA).

Baca juga : Dirut Mandiri Sebut Suku Bunga KPR Bisa Turun 50 Basis Poin

"Jika suku bunga acuan BI naik tentunya akan berpengaruh pada suku bunga perbankan seperti deposito dan kredit," ujar Joshua kepada Kompas.com, Jumat (4/5/2018).

Ia mengatakan, selama ini, saat BI menurunkan suku bunga acuan, suku bunga perbankan tidak selalu langsung merespon dengan penurunan.

Namun, ketika ada kenaikan suku bunga acuan, suku bunga KPR dan KPA cenderung mudah terjadi penyesuaian.

"Hal ini karena memang biasanya industri perbankan sendiri (berupaya) untuk mendorong revenue (pendapatan) dari net interest (bunga bersih) margin-nya," tutur Joshua.

Meski demikian, Joshua menilai, tahun ini BI belum terlihat akan menaikan suku bunga acuan karena inflasi masih terkendali.

Terkait pelemahan rupiah yang terjadi, kata dia, hal tersebut hanya bersifat sementara karena dipengaruhi faktor eksternal yaitu penguatan USD, bukan diakibatkan ekonomi nasional.

"Arahnya saya lihat baru tahun depan (BI) melakukan penyesuaian atau kenaikan suku bunga," sebut Joshua.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X