LONDON, KOMPAS.com - Guncangan ritel kembali memakan korban. Kali ini, toko perlengkapan bayi Mothercare tergulung dalam pusaran kelesuan ritel.
Mengutip The Telegraph, Senin (9/4/2018), Mothercare tengah berupaya menyelamatkan diri dari kebangkrutan melalui proses company voluntary arrangement (CVA).
Baca juga : Bisnis Ritel Redup, Marks and Spencer Mulai Jual Gerai
Untuk diketahui, CVA lazim digunakan peritel yang terancam karam untuk mengurangi biaya sewa dengan pemilik pusat belanja.
Jika proses CVA disetujui maka Mothercare bakal kehilangan sepertiga jumlah tokonya di Inggris.
Saat ini, Mothercare memiliki 143 gerai di seantaro Negeri Big Ben.
Terkait sengkarut yang melanda bisnisnya, pihak Mothercare mengatakan, hal itu tak lepas dari memburuknya penjualan akhir tahun silam.
"Saat ini, kami tengah berupaya mencari sumber pendanaan tambahan sebagai langkah penyelamatan bisnis," ujar Mothercare dalam pernyataan resminya.
Dalam catatan Kompas.com, Mothercare menambah panjang daftar peritel yang terancam bangkrut di Inggris.
Sebelumnya, peritel pakaian New Look juga telah mengajukan CVA.
“CVA adalah sebuah opsi kuat bagi kami,” ungkap Executive Chairman New Look Alistair McGeorge.
New Look memiliki 594 toko di seluruh Inggris. Dengan CVA, sebanyak 60 toko berpotensi gulung tikar.
Sekadar informasi, penjualan New Look selama 39 pekan hingga 23 Desember 2017 anjlok 6,3 persen menjadi 1,1 miliar Poundsterling. Peritel itu mesti menanggung rugi hingga 123,5 juta Poundsterling.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.