JAKARTA, KOMPAS.com – Tingkat okupansi hotel di Jakarta diprediksi akan naik hingga 62 persen tahun 2018. Penyelenggaran Asian Games pada pertengahan Agustus hingga awal September 2018 menjadi pendorong utamanya.
Menurut Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, lonjakan okupansi ini terutama terjadi di hotel-hotel yang berada di dekat lokasi pertandingan digelar.
“Jadi lebih terlokalisasi peningkatannya,” kata Ferry dalam penjelasannya di Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Kendati demikian, para pengelola hotel juga harus mewaspadai kehadiran Wisma Atlet di Kemayoran. Selain memiliki kapasitas yang cukup besar karena dapat menampung 22.278 orang, fasilitas yang disediakan pengeola pun cukup memadai.
Di samping Asian Games, pertandingan Para Games yang akan dihelat pada Oktober 2018 juga akan turut menjadi penyumbang kenaikan okupansi hotel.
Namun, kenaikan ini diprediksi tidak akan sebanyak Asian Games, lantaran cabang olahraga yang dipertandingkan lebih sedikit.
Sementara itu, secara umum tingkat okupansi hotel di Jakarta tahun ini akan mengalami pasang surut. Terutama pada saat Lebaran dan akhir tahun. Hal itu disebabkan sepinya aktivitas bisnis di ibu kota Indonesia ini.
“Pola okupansi hotel di Jakarta itu memang selalu begini. Pada saat puasa, menjelang lebaran, pasti ada penurunan,” kata Ferry.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.