Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asyik, Tahun Ini Bisa Mudik Jakarta-Surabaya via Tol Trans-Jawa

Kompas.com, 13 Maret 2018, 16:12 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah berencana untuk mengoperasikan Jalan Tol Trans-Jawa dari Jakarta hingga Surabaya tahun 2018. Meski demikian, ada beberapa ruas di antaranya yang masih dalam tahap pembangunan.

Untuk ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi, pemerintah berupaya agar pada saat musim mudik Lebaran ini sudah dapat berfungsi.

“Kami targetkan Tol Trans-Jawa bisa melayani arus mudik Lebaran,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki menuturkan, secara umum kondisi fisik Tol Trans-Jawa mengalami peningkatan. Hal itu seiring dengan pembebasan lahan yang sudah memcapai lebih dari 90 persen.

Ia mengaku kendala yang dihadapi saat ini ada pada proses percepatan pekerjaan. Namun, Basuki optimistis, jalan tol ini dapat beroperasi sesuai target yang ditentukan.

Sementara itu, untuk tol yang akan dibuka fungsional pada Lebaran tahun ini, dipastikan berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

“Kami ingat, tahun lalu dalam kondisi darurat dengan jalan berdebu. Sebagian lean concrete dan sebagian masih perkerasan. Tahun ini, Insya Allah sudah dibeton dan untuk lapisan tanah yang lunak atau fleksibel kami lapis dengan aspal,” ungkap Basuki.

Astratel ikut pengusahaan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dengan kepemilikan saham efektif 45 persen.Dokumentasi Astratel Astratel ikut pengusahaan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dengan kepemilikan saham efektif 45 persen.
Soal kondisi yang lebih baik ini, juga dijamin oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

“Jalannya aspal itu sampai at the bottom, tapi belum sampai wearing. Apapun kami lakukan, tapi yang penting fungsional, bukan seperti yang dulu lean concrete,” kata Herry.

Untuk tahun ini, ruas Tol Trans-Jawa yang akan dibuka fungsional sepanjang 178 kilometer. Ruas itu terdiri atas Tol Pemalang-Batang, Tol Batang-Semarang, Tol Salatiga-Kartasura, Tol Wilangan-Kertosono, beberapa ruas Tol Kertosono-Mojokerto.

Dari Merak sampai Surabaya

Sebenarnya, jalur Tol Trans-Jawa terbentang dari Merak hingga Surabaya. Dimulai dari Tol Jakarta-Merak sepanjang 98 kilometer.

Tol ini dikelola dua pihak yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk ruas Jakarta-Tangerang dan PT Marga Mandala Sakti untuk ruas Tangerang-Merak.

Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan tiga alternatif yaitu Tol JORR, Tol JORR 2 atau Tol Dalam Kota Jakarta, untuk mengakses Tol Jakarta-Cikampek.

Ilustrasi. Kepadatan di KM 57 tol Jakarta-Cikampek. KOMPAS.com/Farhan Farida Ilustrasi. Kepadatan di KM 57 tol Jakarta-Cikampek.
Dari Tol Jakarta-Cikampek yang dirancang sepanjang 73 kilometer, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya, lalu Tol Palimanan-Kanci sepanjang 26 kilometer.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau