Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang dan China Bertarung Sengit Danai Infrastruktur ASEAN

Kompas.com, 19 Februari 2018, 20:30 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber Bloomberg

KOMPAS.com - Dorongan ekspansi China dalam pendanaan proyek infrastruktur di negara-negara ASEAN (Asia Tenggara), mungkin menjadi perhatian dalam berbagai ulasan di media massa. Namun, survei BMI Research menunjukkan Jepang masih berada di posisi teratas.

Dilansir Bloomberg, Pemerintah Jepang terus mencari target baru untuk menanamkan investasi di sektor infrastruktur di luar negeri.

Baca juga : Jepang dan China Berebut Tol Padang-Pekanbaru

Filipina dan Vietnam, adalah negara yang dibidik negeri matahari terbit itu. Jepang mendominasi investasi di kedua negara yang kini disebut sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia itu.

Melihat hal demikian, tentu saja China tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan mendorong pertumbuhan investasi di negara-negara yang sebelumnya telah dikunjungi Presiden Xi Jinping pada daftar negara-negara Belt and Road Initiative.

Jalan di kota Da Nang, Vietnam, luas dan lebar. Kota ini mendapat dukungan pembangunan infrastruktur besar- besaran di bawah kepemimpinan Nguyen Ba Thanh. 
Dok Karim Raslan Jalan di kota Da Nang, Vietnam, luas dan lebar. Kota ini mendapat dukungan pembangunan infrastruktur besar- besaran di bawah kepemimpinan Nguyen Ba Thanh.
“Ketika banyak perusahaan serta lembaga pemerintahan Jepang telah menjalin hubungan dengan negara-negara itu, perusahaan-perusahaan China terus mencari celah untuk masuk ke sektor tertentu,” kata seorang analis di BMI Research, Christian Zhang.

Baca juga : Pemerintah Tawari Korea dan China Garap Bendungan Jambo Aye

Dua negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia itu terus bersaing ketat untuk mendapatkan pengaruh di kawasan ASEAN.

Pemerintah Singapura dan Vietnam bahkan dengan sengaja terus membangun bandara, jalan tol, serta angkutan massal cepat untuk menarik investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Proyek infrastruktur pun kian tumbuh seiring dengan meningkatnya mesin pertumbuhan utama di kawasan ini.

Indonesia juga tak mau kalah, menawarkan lebih dari 250 proyek infrastruktru, sementara Filipina berencana menghabiskan 180 miliar dollar AS untuk membangun rel, jalan dan bandara. Adapun Singapura bakal menggandakan sistem angkutan massalnya.

Epifanio de los Santos Avenue (EDSA) adalah jalan utama di sekitar Metro Manila, lebarnya hampir 24 km. Wilayah ini sering padat sepanjang hari oleh penumpang yang ingin menuju sekitar kota.KARIM RASLAN Epifanio de los Santos Avenue (EDSA) adalah jalan utama di sekitar Metro Manila, lebarnya hampir 24 km. Wilayah ini sering padat sepanjang hari oleh penumpang yang ingin menuju sekitar kota.
Untuk mengurangi ketegangan anggaran yang dimiliki pemerintah, negara-negara ini membuka kerja sama dengan negara yang lebih kaya dalam sebuah kerja sama.

Dari survei BMI Research diketahui, sejak tahun 2000, total investasi Jepang di sektor infrastruktur mencapai 230 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp 3.118 triliun.

Sementara, investasi China mencapai 155 miliar dollar AS (Rp 2.102 triliun. Lebih dari 90 persen proyek memiliki tanggal konstruksi aktual atau direncanakan setelah 2013.

Persaingan pun belum selesai. Keuangan pemerintah dari negara-negara Asia Tenggara, dipastikan tidak akan cukup kuat untuk mendanai semua proyek yang direncanakan. 

Nah, di sini China punya kesempatan luas untuk dapat mengejar ketertinggalan dari Jepang.

Sejumlah kesepakatan yang telah dikerjasamakan Beijing di dalam Belt and Road Initiative dalam dua tahun terakhir, merupakan pertanda baik bagi China.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau