Pemerintah Diminta Bentuk Komite Nasional Keselamatan Konstruksi

Kompas.com - 23/01/2018, 23:00 WIB
Kondisi pasca robohnya kontruksi proyek LRT di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (22/01/2018). Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi menyampikan, robohnya LRT tersebut berawal saat petugas sedang melakukan pemasangan antar-span box P28 ke P29. MAULANA MAHARDHIKAKondisi pasca robohnya kontruksi proyek LRT di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (22/01/2018). Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi menyampikan, robohnya LRT tersebut berawal saat petugas sedang melakukan pemasangan antar-span box P28 ke P29.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta untuk segera membentuk Komite Nasional Keselamatan Konstruksi (KNKK), menyusul peristiwa jatuhnya box girder pada proyek light rail transit (LRT) di Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (22/1/2018) dini hari.

Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi Indonesia (A2K4I) Lazuardi Nurdin mengatakan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi memang tidak mengatur secara eksplisit tentang pembentukan komite tersebut.

"Tetapi di UU itu ada K4, mengatur tentang bagaimana standar mutu bahan, standar mutu peralatan," kata Lazuardi saat berdiskusi dengan awak media di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Meskipun tidak ada, ia menambahkan, KNKK masih dapat dibentuk dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai payung hukumnya.

Nantinya, komite tersebut tak hanya dapat bekerja pasca kecelakaan kerja terjadi, tetapi juga turun pada saat konstruksi dikerjakan. Imbasnya, angka kecelakaan kerja pun dapat diminimalisasi.

"Kalau Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kan turun saat terjadi kecelakaan, tapi kalau ini (KNKK) turun sebelumnya. Saat perencanaan," cetus Lazuardi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lazuardi juga menyoroti maraknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi sepanjang 2017. Dalam catatan A2K4I, setidaknya telah terjadi sepuluh kali kasus kecelakaan kerja, yang mengakibatkan empat orang pekerja meninggal dunia dan sebelas lainnya luka-luka.

"Kecelakaan kerja itu didominasi kasus runtuhnya girder dan robohnya crane," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X