Indonesia Kekurangan Ahli Konstruksi Berpengalaman

Kompas.com - 04/01/2018, 14:00 WIB
Jembatan Tol Depok-Antasari roboh, Selasa (2/1/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARJembatan Tol Depok-Antasari roboh, Selasa (2/1/2018).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Masih maraknya kasus kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi, menunjukkan faktor kehati-hatian masih kurang mendapat perhatian dari kontraktor.

Di samping, kurangnya tenaga terampil untuk mengeksekusi proyek-proyek infrastruktur yang kini tengah dikebut pemerintah Indonesia.

Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan KompasProperti, Kamis (4/1/2018).

"Jadi dalam keadaan kekurangan tenaga terampil, harus memikirkan bagaimana caranya agar jalan terus kan," kata Davy.

Menurut dia, tenaga kerja yang terampil saja tidak cukup untuk mengeksekusi sebuah proyek.

Diperlukan tenaga terampil yang memang benar-benar memiliki pengalaman untuk memastikan setiap proyek yang digarap berjalan lancar.

"(Soal jumlah) ini musti dilihat dari statistika. Tapi yang jelas, tenaga kerja ini harus bersertifikat," kata Davy.

Baru-baru ini, enam girder pada proyek Tol Depok-Antasari jatuh. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Namun, insiden itu menambah panjang daftar kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi.

Peristiwa ini bermula ketika keenam girder telah terpasang pada 22 Desember lalu. Pemasangan ini termasuk pemasangan bracing atau pengikat antar girder.

Namun, pekerjaan konstruksi diafragma belum dilaksanakan karena waktunya bertepatan dengan akhir tahun sehingga berpotensi terkendala pasokan beton dari produsen ready mix.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X