Kompas.com - 15/11/2017, 15:15 WIB
|
EditorHilda B Alexander

MINAHASA UTARA, KompasProperti - Pembangunan Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara sedang dalam tahap mengerjakan 2 terowongan. Konstruksi ini dibangun masing-masing sepanjang 520 meter dan 550 meter.

Dalam kunjungannya ke Bendungan Kuwil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terowongan ini dibangun sepanjang 4-4,5 meter baik inlet maupun outlet.

"Kalau setiap hari masing-masing 4,5 meter diperkirakan (selesai) berarti 100 hari atau kira-kira pertengahan Februari akan bisa tembus. Setelah itu baru ditutup, sungainya dielak atau dialihkan, kemudian dibangun bendungannya," ujar Basuki, Selasa (14/11/2017) malam.

Pembangunan terowongan pada proyek Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017). Terdapat dua terowongan yang dibangun dengan panjang masing-masing 520 dan 550 meter.Kompas.com / Arimbi Ramadhiani Pembangunan terowongan pada proyek Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017). Terdapat dua terowongan yang dibangun dengan panjang masing-masing 520 dan 550 meter.
Dia mengatakan, kedua terowongan ini berfungsi sebagai pengelak air. Saat bendungan sudah selesai, satu terowongan akan ditutup dan dipakai untuk pengambilan air baku, listrik, dan irigasi.

Kendala pembangunan Bendungan Kuwil sendiri adalah dari segi pembebasan lahan. Menurut Basuki, baru 170 hektar lahan yang sudah dibebaskan.

Sambil menunggu pembebasan seluruhnya selesai, lahan tersebut langsung dikerjakan untuk mebangun terowongan.

"Sisanya kurang 176 hektar lagi yang perlu dibebaskan untuk badan bendungan dan daerah genangan," sebut Basuki.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek terowongan Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).Kompas.com / Arimbi Ramadhiani Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek terowongan Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).
Dia menambahkan, kesulitan pemerintah dalam melakukan pembebasan lahan adalah karena masa waktu penetapan lokasi (penlok) yang diajukan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sudah habis.

Dengan demikian, saat ini pemerintah tengah memperpanjang kembali masa waktu penlok.

Sementara itu, untuk target penyelesaian bendungan sendiri yakni pada 2020. Basuki menjelaskan, tujuan bendungan ini dibangun adalah untuk mengendalikan banjir di Manado yang sempat terjadi pada 2014 silam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.