Kompas.com - 14/11/2017, 20:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

BOLAANGMONGONDOW, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan ke proyek Bendungan Lolak di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).

Meski harus menempuh jarak ratusan kilometer dari Manado, Basuki khusus mendatangi bendungan tersebut untuk mengingatkan para pekerja selain mengecek perkembangan proyek.

"Begitu kita bangun bendungan, kita juga 'berinvestasi' pada kemungkinan yang tidak diinginkan. Makanya kita harus pikirkan kondisi terburuk dari bendungan ini," ujar Basuki saat peninjauan lapangan.

Basuki menegaskan, supervisi proyek harus teliti dan tidak menoleransi kesalahan. Sebagai Menteri PUPR, dirinya adalah konsultan untuk proyek tersebut sehingga harus sangat berhati-hati.

"Tanggung jawab supervisi tidak ringan, kalau ada kegagalan bangunan supervisi dan konsultan pasti kebawa. Saya minta safety first dan zero accident," ucap Basuki.

Kondisi pekerjaan proyek Bendungan Lolak, di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Kondisi pekerjaan proyek Bendungan Lolak, di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).
Walaupun memperingatkan cukup keras, Basuki tidak meragukan kompetensi para pekerja terutama kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP.

Menurut dia, PP cukup handal dalam mengerjakan proyek infrastruktur, terbukti dari sejumlah pekerjaan yang tengah dan sudah selesai dibangun.

Adapun konsultan supervisi pada proyek tersebut adalah PT Indra Karya (Persero) Wilayah I, PT Mettana Engineering Consultan, dan PT Barunadri Engineering Consultant.

Luas irigasi bendungan ini direncanakan 2.214 hektar dengan penyediaan air baku 500 liter per detik.

Konstruksi proyek Bendungan Lolak di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk.Arimbi Ramadhiani/Kompas.com Konstruksi proyek Bendungan Lolak di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk.
Sementara itu, Bendungan Lolak memiliki luas daerah tangkapan air seluas 73,11 kilometer persegi dan panjang sungai 19 kilometer.

Sedangkan volume tampungan total 16,1 juta meter kubik dan luas daerah genangan 97,5 hektare. Bendungan ini memakan biaya investasi sebesar Rp 1,651 triliun dengan realisasi fisik mencapai 46 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.