Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/11/2017, 12:30 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2017 naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut berdampak terhadap okupansi hotel di Tanah Air.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 20,47 persen yaitu dari 1,01 juta menjadi 1,21 juta. Meski demikian, bila dibandingkan dengan Agustus 2017, jumlah itu justru mengalami penurunan 13,67 persen.

Adapun secara kumulatif pada periode Januari-September 2017, jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 10,46 juta atau naik 25,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 8,36 juta kunjungan.

Kenaikan jumlah wisatawan tersebut rupanya berdampak terhadap tingkat okupansi hotel di Indonesia.

"Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017 mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan dengan TPK September 2016 yang tercatatsebesar 54,16 persen," demikian tulis laporan BPS seperti dikutip KompasProperti, Senin (13/11/2017).

Berdasarkan klasifikasi bintang, hotel berbintang lima menunjukkan peningkatan paling signifikan yakni 10,73 poin, yakni dari 57,01 poin pada September 2016 menjadi 67,74 poin pada September 2017.

Adapun peningkatan terendah terlihat pada hotel bintang empat yang hanya naik 0,79 poin dari 59,86 poin menjadi 60,65 poin. Sedangkan okupansi terhadap hotel bintang tiga naik 5,79 poin dari 51,98 poin menjadi 57,77 poin.

Untuk hotel bintang satu dan bintang dua, masing-masing mengalami kenaikan 4,43 poin dan 2,14 poin.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,97 hari selama September 2017, atau terjadi kenaikan 0,07 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada September 2016.

Namun,tidak terjadi perubahan jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada Agustus 2017.

Lama rata-rata menginap tertinggi terjadi Bali 3,30 hari, diikuti Provinsi Papua 2,91 hari, dan Provinsi Maluku sebesar 2,43 hari. Sementara rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,33 hari.

Hal ini sejalan dengan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang yang naik 4,26 poin dari rata-rata 54,16 persen pada September 2016 menjadi 58,42 persen pada September 2017.

TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 74,11 persen, diikuti Provinsi Bali sebesar 72,64 persen, dan Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 68,13 persen. Sementara, TPK terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Barat yang sebesar 30,61 persen.

Adapun, dari 1,21 juta kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama September 2017, diantaranya dilakukan wisman berkebangsaan China 15,04 persen, Singapura 10,13 persen,
Australia 9,77 persen, Malaysia 8,80 persen, dan Jepang 4,64 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Rumah Murah di Sragen Masih Rp 160 Jutaan, Ini Pilihannya (I)

Rumah Murah di Sragen Masih Rp 160 Jutaan, Ini Pilihannya (I)

Perumahan
[POPULER PROPERTI] 5 Ruas JTTS Ini Bisa Dilintasi pada Libur Akhir Tahun

[POPULER PROPERTI] 5 Ruas JTTS Ini Bisa Dilintasi pada Libur Akhir Tahun

Berita
Michael Widjaja Bangun Biomedical Campus, Menkes: You Are Picking The Right Sector

Michael Widjaja Bangun Biomedical Campus, Menkes: You Are Picking The Right Sector

Kawasan Terpadu
Dua Menteri Hadiri Peluncuran Biomedical Campus Senilai Rp 2 Triliun Milik Sinarmas Land

Dua Menteri Hadiri Peluncuran Biomedical Campus Senilai Rp 2 Triliun Milik Sinarmas Land

Kawasan Terpadu
Februari 2024, Flyover Arteri Madukoro di Semarang Tuntas Dibangun

Februari 2024, Flyover Arteri Madukoro di Semarang Tuntas Dibangun

Berita
Pancakarya Griyatama Siapkan 200 Unit Stok Apartemen Bebas PPN

Pancakarya Griyatama Siapkan 200 Unit Stok Apartemen Bebas PPN

Apartemen
Ingin Dapat Bantuan Biaya Administrasi Rumah Subsidi? Nih Caranya

Ingin Dapat Bantuan Biaya Administrasi Rumah Subsidi? Nih Caranya

Berita
Pemerintah Gelontorkan Rp 3,7 Triliun buat Tiga Insentif Perumahan

Pemerintah Gelontorkan Rp 3,7 Triliun buat Tiga Insentif Perumahan

Berita
3,1 Juta Meter Persegi Ruang Kantor di Jakarta Tak Berpenghuni

3,1 Juta Meter Persegi Ruang Kantor di Jakarta Tak Berpenghuni

Perkantoran
126 Km Ruas JTTS Bisa Dilintasi Gratis saat Libur Natal dan Tahun Baru

126 Km Ruas JTTS Bisa Dilintasi Gratis saat Libur Natal dan Tahun Baru

Berita
Lebih dari Separuh Apartemen di Jakarta Segmentasinya Menengah ke Bawah

Lebih dari Separuh Apartemen di Jakarta Segmentasinya Menengah ke Bawah

Apartemen
Strategi Basuki Kendalikan Banjir di Kota Semarang

Strategi Basuki Kendalikan Banjir di Kota Semarang

Berita
Akhir Pekan Main ke Indonesia Arena, Ada Water Art Installation

Akhir Pekan Main ke Indonesia Arena, Ada Water Art Installation

Berita
Mulai 4 Desember, Tarif Tol JORR I, Tol ATP, dan Tol Pondok-Aren-Ulujami Resmi Naik

Mulai 4 Desember, Tarif Tol JORR I, Tol ATP, dan Tol Pondok-Aren-Ulujami Resmi Naik

Berita
Arsitek Indonesia Borong Gelar Juara Lomba Desain Atap OGRA 2023 Asia

Arsitek Indonesia Borong Gelar Juara Lomba Desain Atap OGRA 2023 Asia

Arsitektur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com