Penulis
KompasProperti – Di tengahsituasi paceklik, peritel pakaian Marks and Spencer membuat terobosan baru. Memanfaatkan gaya hidup kekinian jadi jurus tandur di tengah badai ritel.
Untuk diketahui, peritel asal Inggris tersebut baru saja mengumumkan penurunan laba sebelum pajak sebesar 5,3 persen menjadi 219 juta Poundsterling dalam enam bulan terakhir. Kondisi itu turut membuat Chief Financial Officer (CFO) Marks and Spencer Helen Weir pamit.
Baca juga: Laba Merosot Lagi, Direktur "Marks and Spencer" Hengkang
Nestapa yang tengah dialami Marks and Spencer segera direspons manajemen dengan sebuah gebrakan. Memanfaatkan momen diputarnya Paddington 2 di layar lebar, Marks and Spencer “mendompleng” popularitas beruang berjaket biru itu.
Paddington jadi bintang iklan promosi akhir tahun Marks and Spencer. Dalam iklan berdurasi satu setengah menit tersebut, Paddington yang sedang tidur terbangun oleh suara orang tergelincir salju di depan rumah.
Baca juga: Mulai Tergelincir, "Marks and Spencer" Bersiap Tutup Toko?
Paddington mengira orang itu adalah sinterklas. “Oh, Santa?” ujar Paddington terkejut.
Ilustrasi. Dilansir The Guardian, kampanye terbaru Marks and Spencer itu resmi memulai debutnya di stasiun televisi Inggris pada Selasa (7/11/2017) lalu. Iklan itu juga bakal ditampilkan sebelum pemutaran film Paddington 2, yang tayang di bioskop Inggris akhir pekan ini.
Direktur Pemasaran Marks and Spencer Patrick Bousquet-Chavanne mengatakan, iklan Paddington tersebut bertujuan memberi kesegaran baru untuk publik.
"Kami ingin sesuatu yang menyenangkan, meriah, menghibur, dan berpusat pada keluarga,” ungkapnya.
Marks and SpencerPada tahun-tahun sebelumnya, peritel premium itu lebih mengandalkan selebriti seperti Joanna Lumley dan Stephen Fry untuk memikat pembeli.
Sejauh ini, respons publik terhadap iklan Paddington itu diklaim cukup baik. Penjualan akhir tahun Marks and Spencer merangkak naik, meskipun belum ada laporan angka resmi terkait hal itu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.