Begini Cara SHAU Hadapi Skeptisisme Publik yang Menolak Reklamasi

Kompas.com - 09/11/2017, 08:44 WIB
Aerial view pulau reklamasi dalam konsep Jakarta Jaya: The Green Manhattan. SHAU ArchitectsAerial view pulau reklamasi dalam konsep Jakarta Jaya: The Green Manhattan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Reklamasi Pantai Utara Jakarta saat ini masih menjadi polemik. Ada satu pihak ingin melanjutkan, dan di sisi lain ada yang menolak kelanjutan reklamasi.

CEO Borneo Initiative Jesse Kuijper yang terlibat dalam perancangan masterplan konsep reklamasi " Jakarta Jaya: The Green Manhattan" mengatakan, skeptisisme dari publik dengan menolak reklamasi bisa menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan Jakarta Jaya tersebut.

Baca juga : Tidak ke Anies, Konsep Reklamasi Jakarta Jaya Diserahkan ke Jokowi

"Memang skeptisisme itu pasti ada, tetapi itu bisa dilawan dengan harapan. Jika kita bisa mengubah harapan itu menjadi kenyataan maka saya yakin orang yang menantang reklamasi akan berubah pikiran dan minta untuk dilibatkan," ucap Jesse kepada KompasProperti, Senin (6/11/2017).

Gambaran CBD Park dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.SHAU Architects Gambaran CBD Park dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.
Adapun kemunculan sikap itu dikatakan Jesse terjadi lantaran masyarakat belum melihat gambaran penuh soal reklamasi. Selama ini mereka cenderung melihat reklamasi dari sisi negatifnya.

Keberadaan rancangan masterplan Jakarta Jaya ini merupakan upaya Jesse untuk memberi tahu masyarakat bahwa reklamasi bisa memberikan keuntungan bagi semua elemen masyarakat.

"Saya pikir visual memegang peranan penting. Orang-orang melihat reklamasi saat ini hanya untuk sebagian orang, bukan seluruhnya. Jakarta Jaya kami buat visionable sehingga masyarakat bisa tahu bagaimana mereka akan dilibatkan secara inklusif walaupun bukan dalam satu proses instan," jelas Jesse.

Pariwisata pantai berdampingan langsung dengan lanskap kota dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.SHAU Architects Pariwisata pantai berdampingan langsung dengan lanskap kota dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.
Sementara itu, Daliana Suryawinata selaku salah seorang perancang masterplan Jakarta Jaya dari SHAU Architects melihat, orang-orang yang menolak reklamasi akan berubah pikiran ketika tahu dirinya bakal mendapatkan tempat layak di atas pulau reklamasi.

"Saya kira ketika semua orang, termasuk yang protes reklamasi melihat bahwa mereka mendapatkan tempat di sana maka mereka akan berpikir berbeda. Makanya perlu ada pemahaman buat mereka bahwa ini baik untuk mereka sendiri," ungkap dia.

Di dalam rancangan "Jakarta Jaya: The Green Manhattan," SHAU Architects memang sebisa mungkin membuat pulau reklamasi bukan hanya untuk masyarakat golongan tertentu, melainkan untuk semuanya.

Perumahan murah dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.SHAU Architects Perumahan murah dalam konsep reklamasi Jakarta Jaya: The Green Manhattan.
Hal itu termasuk dengan adanya kampung nelayan di dalamnya. Nelayan dan masyarakat pesisir lainnya ditempatkan lebih dekat dengan laut agar lebih mudah dalam mencari ikan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X