Penulis
Jika ditilik ke masa lalu, penataan kawasan Oxford menjadi khusus pejalan kaki tak lepas dari padatnya kendaraan bermotor, meningkatnya polusi udara, dan tingginya jumlah tabrakan lalu lintas.
Menurut data pemerintah setempat pada Januari 2012 hingga September 2015, setiap 7 hari terdapat satu pejalan kaki yang tertabrak kendaraan di Jalan Oxford.
Baca juga: "Seoullo 7017", Model Jalur Pedestrian Humanis Masa Kini
Dalam sejumlah kesempatan, Jalan Oxford memang pernah diubah menjadi zona khsusus pejalan kaki. Utamanya, saat akhir pekan menjelang Natal dan tutup tahun.
Ke depan, dengan membuat zona pejalan kaki secara permanen, diharapkan lebih banyak orang mengunjungi Jalan Oxford. Pada akhir 2018, pemerintah juga dijadwalkan membuka jalur kereta baru di kawasan tersebut.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.