Intiland Cetak Penjualan Rp 3 Triliun

Kompas.com - 19/10/2017, 20:00 WIB
South Quarter, TB Simatupang, Jakarta Selatan. tomwrightdesignSouth Quarter, TB Simatupang, Jakarta Selatan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Intiland Development Tbk mencatat kinerja pertumbuhan penjualan (marketing sales) Rp 3 triliun per September 2017.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan, melonjaknya nilai marketing sales secara signifikan terutama didorong penjualan proyek baru Fifty Seven Promenade, Jakarta Pusat.

Proyek pengembangan mixed use & high rise terpadu ini menorehkan penjualan Rp 1,5 triliun, berkontribusi 51 persen dari total marketing sales perseroan.

“Nilai marketing sales melonjak sebesar 115 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2016 yang jumlahnya sebesar Rp 1,4 triliun,” ungkap Archied dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Kamis (19/10/2017).

Ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kontribusi marketing sales terbesar berasal dari proyek mixed-use dan high rise senilai Rp 1,85 triliun, atau 61 persen dari keseluruhan.

Penjualan dari segmen kawasan industri tercatat sebagai penyumbang marketing sales terbesar berikutnya dengan angka Rp 531 miliar atau 18 persen.

Sementara segmen kawasan perumahan memberi andil Rp 343 miliar, atau 11 persen dari keseluruhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikutnya segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berulang (recurring income), menyumbang Rp 294 miliar, atau 10 persen dari keseluruhan.

Archied menjelaskan berdasarkan jenis sumbernya, pendapatan dari pengembangan
(development income) mencetak kontribusi Rp2,7 triliun, atau 90 persen dari keseluruhan.

Sementara, recurring income yang bersumber dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olah raga, pergudangan, dan fasilitas memberikan Rp 294 miliar atau 10 persen.

“Meskipun sumbangan recurring income baru sekitar 10 persen, namun nilainya melonjak 32
persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu,” sebut Archied.

Peningkatan recurring income perseroan didorong kenaikan pendapatan dari penyewaan ruang perkantoran dan fasilitas, terutama yang berasal perkantoran South Quarter di Jakarta Selatan.

“Kami melihat prospek penyewa masih bagus. Saat ini okupansi baru mencapai 58 persen, sehingga berpotensi naik dan akan meningkatkan recurring income,” tuntas Archied.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X