Gandeng BBPLK, Berca Buka Peluang Magang di Bekasi

Kompas.com - 09/10/2017, 15:05 WIB
Presiden Direktur PT Berca Schindler Lifts Willis Phua, Direktur Central Cipta Murdaya (CCM) Holding Karuna Murdaya, Sesditjen Binalattas Kujung Masehat, dan Kepala BBPLK Bekasi Helmiaty Basri saat penandatanganan kerja sama antara Schindler dan BBPLK, Senin (9/10/2017). Kompas.com / Dani PrabowoPresiden Direktur PT Berca Schindler Lifts Willis Phua, Direktur Central Cipta Murdaya (CCM) Holding Karuna Murdaya, Sesditjen Binalattas Kujung Masehat, dan Kepala BBPLK Bekasi Helmiaty Basri saat penandatanganan kerja sama antara Schindler dan BBPLK, Senin (9/10/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

BEKASI, KompasProperti - PT Berca Schindler Lift menggandeng Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, memberikan program magang kepada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang teknik mesin atau elektro.

Program magang ini meliputi pelatihan berbasis kerja guna pengembangan karir peserta.

Adapun kurikulum yang diberikan menyesuaikan jenis pekerjaan, serta pemberian sertifikasi kepada peserta.

"Ini merupakan program pertama kita yang menggandeng BBPLK. Kita sangat fokus pada pemberian training yang berbasis kepada keselamatan dan kualitas," kata Presiden Direktur PT Berca Schindler Lifts, Willis Phua, saat penandatanganan nota kerja sama, Senin (9/10/2017). 

Adapun untuk tahap pertama, ada 16 orang lulusan SMK yang mengikuti program ini. Nantinya, pelatihan yang akan diberikan selama dua tahun itu, terkait seputar industri lift.

Selain di BBPLK Bekasi, pelatihan serupa juga telah diberikan di pusat pelatihan Schindler di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat.

Pusat pelatihan yang telah berdiri sejak awal tahun itu, mampu memberikan pelatihan seputar industri lift hingga mencapai 300 orang per tahun.

Direktur Central Cipta Murdaya (CCM) Holding, Karuna Murdaya mengatakan, pertumbuhan investasi di Tanah Air harus didukung dengan peningkatan mutu serta kualitas tenaga kerja.

Dengan demikian, banyak sumber daya manusia yang terserap sebagai tenaga kerja saat ada perusahaan asing yang masuk untuk mengembangkan pabrik mereka di Indonesia.

"Program apprentice dapat membawa mereka mudah berorientasi ke dalam dunia bisnis, meningkatkan sarana terhadap safety dan standar kualitas pada industri lift ini. Ini merupakan satu hal yang sedang kita fokuskan," kata dia.

Sementara itu, Kepala BBPLK Helmiaty Basri berharap, banyak industri lain yang mengikuti langkah Schindler.

Saat ini, BBPLK telah menyesuaikan kurikulum dengan menyisipkan modul-modul dari disiplin ilmu elektro, kelistrika, dan mesin. Hal ini untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan dapat diaplikasikan ke dalam lingkungan kerja nyata.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X