Untuk Mengakses KPR, Anggota Asosiasi Pekerja Informal Harus 25 Orang

Kompas.com - 01/10/2017, 14:00 WIB
Mbah Nartowiono tukang cukur yang pinggir alun-alun Utara  Yogyakarta saat melayani pelanggannya. KOMPAS.com/ Wijaya kusumaMbah Nartowiono tukang cukur yang pinggir alun-alun Utara Yogyakarta saat melayani pelanggannya.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tengah memasarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro yang dikhususkan untuk pekerja informal.

Segmentasi ini jumlahnya sangat besar bahkan mencapai 60 persen dibandingkan pekerja formal atau yang memiliki gaji tetap per bulannya.

Menurut Direktur Utama BTN Maryono, KPR Mikro bisa diakses para pekerja dengan penghasilan tidak tetap dengan membentuk komunitas atau asosiasi.

"Umumnya komunitas ini minimal 25 orang tapi bisa lebih banyak lagi," ujar Maryono kepada KompasProperti, di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Setelah pekerja informal membentuk komunitas, kata Maryono, BTN akan menganalisis berapa rata-rata penghasilan anggota.

Untuk memudahkan proses tersebut, BTN bekerja sama dengan asosiasi seperti yang sudah dilakukan bersama Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso).

Asosiasi inilah yang akan memilih siapa-siapa saja anggotanya yang dinilai berhak mendapat KPR. Selain Apmiso, BTN juga telah bekerja sama dengan Asosiasi Driver Ojek Online Se-Indonesia.

Dalam waktu dekat, BTN akan melakukan pendekatan dengan komunitas guru dan nelayan.

"Kita fokus ada beberapa (komunitas), mungkin targetnya 10 komunitas dulu tahun ini. Nanti kita kembangkan lagi," jelas Maryono.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X