BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Meikarta

Tidak Ada yang Mustahil, "Freelancer" Bisa Mapan dan Dapat Pasangan

Kompas.com - 24/09/2017, 07:47 WIB
Ilustrasi pasangan. ShutterstockIlustrasi pasangan.
|
EditorKurniasih Budi


KompasProperti – "Ada uang abang disayang, enggak ada uang abang ditendang". Atau "lebih baik kasih saya bunga bank daripada bunga mawar merah".

Pernah dengar dua ungkapan itu? Meski keduanya hanyalah kalimat yang sering terlontar dalam situasi candaan, tetapi dalam kehidupan nyata bisa jadi ada benarnya.

Ya, materi adalah salah satu daya tarik kuat bagi wanita. Kalau diterjemahkan dalam bahasa yang lebih mudah, wanita itu lebih tertarik kepada pria yang mapan secara materi atau finansial.

Anda boleh percaya atau tidak, tetapi hasil penelitian yang dihelat oleh perusahaan keuangan Experian membenarkan pendapat tersebut.

Studi yang melibatkan lebih dari 2.000 responden itu memberikan pertanyaan seputar tipe pasangan yang potensial kepada mereka.

Hasilnya, 87 persen responden wanita menjawab menginginkan pria yang humoris dan 75 persen mendambakan pria dengan kemapanan finansial.

Lalu, di urutan ketiga, 65 persen wanita mengatakan, pria yang tampan lebih memesona di mata mereka. Adapun soal jumlah pendapatan per bulan pria hanya menjadi pertimbangan 44 persen responden.

Ini artinya, di samping rasa humor dan fisik, ternyata kemampuan finansial seorang pria masih menjadi salah satu daya tarik kuat bagi kaum hawa.

Di Indonesia, ukuran mapan seorang pria biasanya dapat diukur dari materi. Seperti Kompas.com wartakan pada Minggu (21/9/2017), parameter kemapanan finansial seseorang biasanya identik memiliki aset berupa rumah, kendaraan, dan banyaknya tabungan.

"Freelancer" pun bisa mapan

Memang untuk mendapatkan itu semua perlu kedisiplinan dan kerja keras. Namun, kalau punya tekad yang tinggi maka tidak ada yang mustahil diwujudkan.

Terlebih saat ini, kalau Anda memiliki keahlian khusus maka mencari uang tidaklah sesulit zaman dahulu. Anda bisa menawarkan keahlian tersebut melalui berbagai macam situs freelance atau pekerjaan paruh waktu.

Sebagai informasi, kini upah pekerja freelance bisa sangat tinggi. Dilansir laman Business Insider, Senin (14/3/2016), beberapa profesi seperti penulis atau copy writer, fotografer, translator, akuntan, dan konsultan bisnis mendapatkan bayaran yang tinggi.

Copy writer paruh waktu, misalnya, rata-rata bisa menghasilkan gaji hingga Rp 250.000 per jam. Lalu, fotografer Rp 259.000 per jam, translator Rp 272.000, akuntan Rp 324.000 per jam, dan konsultan bisnis Rp 623.000 per jam.

Bayangkan berapa penghasilan yang bisa Anda dapatkan bila mendapatkan lebih dari satu klien. Hal ini sangatlah memungkinkan mengingat Anda memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel.

Ilustrasi bekerja dengan gembiraplustwentyseven Ilustrasi bekerja dengan gembira

Maka dari itu, perluaslah jaringan, jangan hanya di dalam negeri. Gunakanlah berbagai situs freelance terkenal dunia untuk menawarkan keahlian Anda.

Dengan begitu, sebagai pekerja paruh waktu pun Anda bisa menghasilkan pendapatan yang jauh lebih tinggi dari bekerja di satu perusahaan.

Membeli aset

Nah, kalau uang sudah terkumpul, mulailah membeli aset properti. Kenapa? Nilai jual properti yang selalu naik adalah alasan utamanya. Selain itu, produk investasi ini nyata sehingga dilihat orang dan menggambarkan diri Anda sudah mapan.

Kalau tanah dan rumah masih terlalu berat karena mahal harganya maka Anda bisa mempertimbangkan apartemen. Bila masih dirasa berat maka Anda bisa membeli apartemen dengan skema kredit.

Namun, bagi seorang pekerja paruh waktu, mengajukan kredit ke bank tidaklah mudah. Hal ini karena bank sering kali memandang sebelah mata seorang freelancer.

Ilustrasi.emirates247 Ilustrasi.

Meski begitu, janganlah takut. Tunjukkan walau Anda berstatus freelancer, tetapi merupakan pekerja profesional. Perlihatkan bukti penghasilan selama 1- 2 tahun melalui rekening koran.

Dengan bukti aliran dana yang ada di rekening tersebut, pihak bank pun bisa melihat bahwa Anda adalah profesional dengan bayaran tinggi.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah masalah administrasi. Pastikan Anda mengisi berkas formulir dengan lengkap, mempersiapkan berkas kelengkapan data diri (KTP, kartu keluarga), fotokopi rekening koran selama 3 tahun, slip gaji atau invoice pembayaran jasa freelancer (bila ada), dan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Agar tidak terlalu memberatkan membayar cicilan, sebaiknya Anda mencari apartemen dengan harga terjangkau. Salah satunya yaitu apartemen Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Foto contoh desain interior yang akan digunakan apartemen kota baru Meikarta PT Lippo Cikarang Tbk saat show unit di Kantor Marketing Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto contoh desain interior yang akan digunakan apartemen kota baru Meikarta PT Lippo Cikarang Tbk saat show unit di Kantor Marketing Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.

Kompleks hunian vertikal yang sedang dibangun Grup Lippo itu dibanderol mulai dari Rp 5,8 juta per meter persegi. Nilai itu jauh dari harga rata-rata apartemen kelas menengah di Cikarang, yaitu Rp 14 juta per meter persegi, dan Jakarta Rp 20 juta per meter persegi.

Dengan begitu, impian memiliki aset pun bisa menjadi kenyataan. Alhasil, walau sebagai seorang freelancer, Anda sudah terlihat mapan sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wanita.

Selamat mencoba!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya