Fasilitasi Penumpang MRT, Pemprov Jakarta Perlebar Trotoar

Kompas.com - 15/09/2017, 13:18 WIB
Situasi dan kondisi terkini pembangunan Stasiun Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSituasi dan kondisi terkini pembangunan Stasiun Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Setelah nantinya moda raya transportasi ( MRT) Jakarta beroperasi, penumpang yang berkantor di sepanjang koridor Sudirman-Thamrin memiliki alternatif transportasi umum.

Seiring dengan beroperasinya MRT Jakarta tersebut, jumlah pejalan kaki di sekitar stasiun juga diprediksi bakal meningkat.

Oleh sebab itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana memperlebar trotoar di sepanjang jalan tersebut.

"Koridor Sudirman-Thamrin itu kan sudah ada trotoar dan cukup bagus. Tapi, ke depan saat MRT sudah jadi dan trotoar tidak cukup lebar, akan timbul permasalahan baru," ujar Kepala Seksi (Kasie) Perencanaan Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Trotoar yang sudah terbangun saat ini, kata Riri, hanya selebar sekitar 3-5 meter.

Dikhawatirkan, setelah MRT beroperasi, kebutuhan pejalan kaki akan meningkat sehingga perlu diperlebar lagi. Caranya dengan penataan ulang lajur mobil melalui konsistensi lajur.

"Lajur jalan bukan disempitkan, tapi kami melakukan konsistensi lajur. Artinya, akan ditinjau lagi aturan yang berlaku," sebut Riri.

Dia mencontohkan kondisi sekarang lebar jalur mobil adalah 4 meter, padahal aturan menyebut 3 meter-3,5 meter.

Dengan demikian, Dinas Bina Marga akan melakukan penataan ulang. Lajur kendaraan yang berlebih dari aturan, dikonversi menjadi trotoar.

Riri pun menegaskan penataan ulang ini tidak berarti pengurangan lebar lajur.

"Memang jalan ini kami jadikan 3 meter, karena lebar jalan di depannya hanya 3 meter," tutur Riri.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kalau lebar jalan tetap 4 meter sementara di depannya 3 meter, maka akan terjadi bottleneck.

Keadaan ini akan membuat kendaraan-kendaraan berebut masuk dari jalur selebar 4 meter ke jalur selebar 3 meter.

"Daripada menambah kemacetan, orang jalan juga susah, kenapa enggak lajur ini kita dedikasikan untuk pejalan kaki mengingat ada imbauan masyarakat untuk mengalihkan transportasi pribadi ke umum," kata Riri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X