Selain Rumah Sakit, Tahun Ini Lippo Andalkan Meikarta

Kompas.com - 25/08/2017, 11:00 WIB
Sejumlah dokter di Rumah Sakit Siloam Manado melakukan operasi tumor otak pertama di Sulawesi Utara. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSejumlah dokter di Rumah Sakit Siloam Manado melakukan operasi tumor otak pertama di Sulawesi Utara.
EditorLatief

Yogyakarta, KompasProperti - Sebagai bagian dari rencana ekspansi rumah sakit dan mal ritel, Lippo Karawaci (LPKR) melalui anak usahanya, Siloam, telah mengambil alih empat rumah sakit. Keempat rumah sakit tersebut akan mendorong bisnis rumah sakit LPKR.

Keempat rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Umum Sentosa (Sentosa) di Bekasi dengan nilai akuisisi Rp 26,5 miliar, Rumah Sakit Graha Ultima Medika (GUM) di Mataram senilai Rp 155 miliar; Rumah Sakit Umum Putera Bahagia (RSUPB) di Cirebon senilai Rp 130 miliar, dan Rumah Sakit Hosana Medica (RSHM), Bekasi, senilai Rp 150 miliar.

Disamping akusisi sejumlah Rp 461 miliar itu, Siloam juga telah membuka empat rumah sakit baru, antara lain Siloam Hospitals Bangka Belitung, Siloam Hospitals Bogor, Siloam Hospitals Yogyakarta, dan Siloam Hospitals Bekasi Timur.

"Jadi, saat ini jumlah rumah sakit di bawah pengelolaan Siloam itu ada 31," ujar Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR, dalam siaran pers, Jumat (25/8/2017).

Ketut menambahkan, Siloam juga berencana meningkatkan modal melalui Penawaran Umum Terbatas dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 325.200.000 saham baru atau 25 persen  dari modal disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Pekan depan, 4 September 2017, Siloam akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham atas rencana Penawaran Umum Terbatas tersebut. Adapun penawaran umum itu untuk membiayai rencana ekspansi perusahaan.

"Sampai akhir 2019 nanti kami menargetkan untuk mengoperasikan dan mengelola 50 rumah sakit," kata Ketut.

Ketut mengakui, dua tahun terakhir ini adalah tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti. Pertumbuhan pendapatan relatif datar diikuti penurunan profitabilitas.

"Ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan atas perumahan. Tapi, tahun ini kami antusias dan optimis atas prospek bisnis properti kami dengan adanya peluncuran proyek baru Meikarta," ucap Ketut.

Ketut menjabarkan, saat ini proyek raksasa di Cikarang tersebut sudah membukukan marketing sales Rp 2,4 triliun pada semester pertama tahun ini," ujar Ketut.

Sementara itu, khusus di sektor rumah sakit, lanjut Ketut, Siloam Hospitals Yogyakarta juga telah beroperasi dan akan kembali masuk dalam pipeline aset yang akan dijual kepada REITS.

"Model bisnis capital recycling kami ini akan kembali menunjang pendapatan keseluruhan perseroan untuk tahun buku tahun 2017 ini," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X