Kompas.com - 23/07/2017, 07:31 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato di Kongres Pancasila IX  yang diselenggarakan UGM, Gedung Balairung, Jalan Persatuan, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/7/2017) KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SPresiden Joko Widodo berpidato di Kongres Pancasila IX yang diselenggarakan UGM, Gedung Balairung, Jalan Persatuan, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/7/2017)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau pekerjaan proyek jalan tol Seksi 1 ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai, Minggu (23/7/2017).

Proyek tersebut merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera yang tengah dikerjakan pemerintah pusat saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jalan tol yang akan dikunjungi Presiden dirancang sepanjang 131,4 kilometer. Sesuai dengan Perpres Nomor 117 Tahun 2015 yang merupakan revisi Perpres Nomor 100 Tahun 2014, Pemerinrah telah menugaskan PT Hutama Karya (persero) Tbk untuk menggarap proyek tersebut.

"Jalan tol tersebut  terbagi menjadi enam seksi dengan nilai investasi Rp 58 triliun dengan target selesai pada tahun 2019," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Sabtu (22/7/2017).

Keenam seksi tersebut yakni seksi I Pekanbaru-Minas (9,5 km), seksi II Minas-Petapahan/ Kandis Selatan (24 km), seksi III Petapahan-Kandis Utara (17 km), seksi IV Kandis-Duri Selatan (26 km), seksi V Duri Selatan-Duri Utara (28 km), dan seksi VI Duri Utara-Dumai (25 km). 

Saat ini progres pembebasan lahan tol tersebut sudah 46,14 persen dan sudah dimulai konstruksi awal. 

Basuki mengatakan, jalan tol ini akan meningkatkan konektivitas dua pusat kegiatan ekonomi nasional yakni Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota dengan  industri perminyakan yang maju, dan agribisnis. 

"Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus berupaya mempercepat pengembangan infrastruktur di Provinsi Riau," ujarnya.

Percepatan dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing di wilayah tersebut. Apalagi,  Provinsi Riau masuk dalam Wilayah Pengemabangan Strategis (WPS) 2, yakni WPS Medan–Tebing Tinggi–Dumai–Pekanbaru. 

"Dengan konsep WPS, diharapkan pembangunan infrastruktur akan lebih terfokus dan memberikan efek berantai ke kawasan sekitarnya, apalagi dengan terbatasnya kapasitas fiskal negara dalam membiayai belanja infrastruktur," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.