Keterisian Penumpang 83 Persen, Trans Jateng Dipuji

Kompas.com - 20/07/2017, 09:11 WIB
Sejumlah pelajar akan menaiki Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor I Semarang Tawang-Bawen bergambar Keraton Solo, Jumat (7/7/2017) siang di Terminal Bawen, Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/ Syahrul MunirSejumlah pelajar akan menaiki Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor I Semarang Tawang-Bawen bergambar Keraton Solo, Jumat (7/7/2017) siang di Terminal Bawen, Kabupaten Semarang.
|
EditorHilda B Alexander

SEMARANG, KompasProperti - Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang menghubungkan dua daerah di Jawa Tengah sejauh 36,3 kilometer dipuji berbagai kalangan.

Hal ini lantaran Trans Jateng sangat diminati dan tingkat keterisian penumpang sudah mencapai 83 persen.

Peneliti laboratorium transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijawarna mengatakan langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang memberi subsidi untuk Trans Jateng patut ditiru daerah lain.

Trans Jateng yang menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang itu mendapat subsidi Rp 5,4 miliar tahun 2017 ini.

"Trans Jateng ini juga tidak perlu pengadaan armada, karena pihak operator yang mengadakan sebanyak 18 bus dari total kebutuhan 25 bus. Masing-Malang bus berkapasitas 42 penumpang," kata Djoko, Kamis (20/7/2017).

Djoko menuturkan, atensi warga naik Trans Jateng sangat tinggi. Dalam sehari, tingkat keterisian penumpang mencapai 3.800 penumpang atau setara 83 persen.

Trans Jateng sendiri beroperasi dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Jarak 36,5 kilometer itu ditempuh dalam waktu 90 menit.

"Tiap armada bus beroperasi 6 rit per hari. Jarak antar bus atau headway 15-20 menit," katanya.

Djoko memuji Pemprov Jateng karena menggandeng operator lokal, dalam hal ini pengusaha angkutan umum di jalur yang sama. Ditunjuknya operator Koperasi Mulia Orda Serasi menimalisir gejolak di lapangan.

"Pengemudi mendapat gaji tetap bulanan dan bekerja dengan sistem dua hari kerja dan satu hari libur. Program ini dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 150 orang," jelas Djoko.

Trans Jateng sendiri ditarik Rp 3.500 untuk masyarakat umum. Namun bagi pelajar dan buruh, tarif yang dibayarkan cuma Rp 1.000. (K93-14)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X