Kompas.com - 11/07/2017, 20:06 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kondisi pasar perkantoran di Jakarta pada kuartal kedua 2017 tak jauh berbeda dari kondisi pada kuartal pertama.

Banyaknya pasokan dari pada permintaan, menyebabkan kondisi saat ini masih tergantung pada tenant's market situation.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, Jakarta mengalami pertumbuhan pasokan perkantoran sejak 2-3 tahun lalu.

Dengan pasokan berlebih, penghuni atau penyewa perkantoran memiliki posisi tawar lebih tinggi dari pada developer.

"Karena pasokan banyak, okupansi akan turun. Walaupun ada perbaikan, tapi antara penyerapan dengan pasokan yang masuk itu ada ketidakseimbangan," kata Ferry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Pada pertengahan pertama tahun ini saja terdapat lima gedung perkantoran baru yang sedang dibangun di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta.

Diperkirakan ada 12 proyek gedung perkantoran baru yang akan dibangun hingga akhir 2017 di atas lahan seluas 730.000 meter persegi.

Sementara, di luar CBD, ada sekitar delapan gedung perkantoran baru yang sedang dibangun, dan diperkirakan rampung pada akhir 2017.

Menurut Ferry, penurunan okupansi sebenarnya sudah terjadi sejak 2014 lalu, baik di CBD maupun di luar.

Tak hanya bagi perkantoran Grade Premium, penurunan okupansi di CBD juga berdampak bagi perkantoran Grade A, B, dan C.

"Kalau di luar CBD kita bedakan berdasarkan areanya. Ada daerah seperti Simatupang itu okupansinya cukup turun karena pasokan berlimpah. Saat masuk sekaligus, okupansi turun mencapai hampir 70 persen, walaupun (sempat) ada rebound di tahun 2017," kata dia.

Diperkirakan, tingkat okupansi akan terus mengalami penurunan hingga akhir 2017. Bila penyerapan cukup baik, maka penurunan okupansi diprediksi di bawah 80 persen.

"Asking Rents"

Untuk harga sewa penawaran atau asking rents  di CBD, penurunan tertinggi dialami perkantoran Grade C yaitu sebesar 13,1 persen dari Rp 205.422 per meter persegi per bulan menjadi Rp 178.430 per meter persegi per bulan.

Sedangkan, koreksi terendah dialami perkantoran Grade Premium yaitu dari Rp 445.463 per meter persegi per bulan menjadi Rp 442.624 per meter persegi per bulan.

Adapun harga sewa penawaran di luar CBD, penurunan hanya terjadi bagi perkantoran Grade B yaitu sebesar 2,4 persen dari Rp 225.035 per meter persegi per bulan menjadi Rp 219.615 per meter persegi per bulan.

Untuk perkantoran Grade A dan C mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi dialami kantor Grade A sebesar 8,6 persen dari Rp 269.728 per meter persegi per bulan menjadi Rp 292.815 per meter persegi per bulan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.