Kompas.com - 19/06/2017, 17:38 WIB
Ilustrasi apartemen thinkstockIlustrasi apartemen
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kondisi bisnis properti yang lesu masih dirasakan pengembang hingga saat ini.

Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang properti, yakni PT Wika Realty turut mengalami dampak dari perlambatan bisnis ini, terutama pada proyeknya di Surabaya.

Proyek apartemen Tamansari Emerald ini memang menyasar investor karena harganya cukup tinggi yaitu Rp 1 miliar per unit.

"Proyek di Surabaya baru diluncurkan awal tahun ini. Sekarang dari 1 menara terjual 40-an persen unit," ujar Direktur Properti dan Komersial Agung Salladin kepada KompasProperti, Jumat (16/6/2017).

Jumlah apartemen yang dipasarkan sebanyak 580 unit dalam 2 menara. Agung mengaku, penyerapannya memang tidak terlalu cepat karena pasarnya terbatas.

Meski demikian, Wika Realty mengusung konsep yang berbeda, misalnya dengan menggandeng arsitek Urbane serta memadukan antara kemewahan dan alam.

Menurut Agung, strategi ini cukup sukses menarik pembeli, khususnya para konsumen yang pernah membeli di proyek-proyek Wika Realty sebelumnya.

Para pembeli ini umumnya sudah mengetahui bagaimana Wika Realty mengembangkan produk. Ia menambahkan, saat ini Wika Realty tinggal mengedukasi pasar tersebut supaya unit yang terserap lebih banyak.

"Memang kalau kelas atas dengan situasi seperti ini agak lambat. Justru menyasar orang-orang yang pas. Pemasarannya ngga dengan mengekspor," tutur Agung.

Wika Realty lebih memilih untuk memasarkannya dengan cara memperkenalkan produk pada orang-orang tertentu. Hal ini justru lebih efektif daripada menggambar-gembor proyek secara masif.

Apartemen ini dibagi beberapa tipe unit antara lain satu kamar tidur dan dua kamar tidur dengan luas mulai 40 meter persegi.

Fasilitas yang tersedia meliputi teknologi rumah pintar, ruang bioskop privat, area BBQ, kolam renang infinity, jalur jogging, pusat kebugaran, dan spa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.