Kompas.com - 16/06/2017, 23:03 WIB
Situasi dan kondisi teraktual area proyek pembangunan MRT di depan Ratu Plaza, Kamis (18/5/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSituasi dan kondisi teraktual area proyek pembangunan MRT di depan Ratu Plaza, Kamis (18/5/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Saat ini, banyak pengembang yang berjualan produk properti dengan embel-embel transit oriented development (TOD).

Konsep ini disebut-sebut sebagai solusi dari masalah yang berkembang di Jakarta. Terutama masalah urbanisme, kemacetan, dan minimnya partisipasi masyarakat memanfaatkan transportasi publik.

"Kemacetan di Jakarta sudah tidak nyaman lagi untuk masyarakat. Ada jalan, tetapi kurang memadai dibanding pertumbuhan jumlah kendaraan," ujar Managing Partner Strategic Advisory Group Coldwell Banker Commercial Indonesia Tommy H. Bastamy, saat Urban Dialogue: Peran Sektor Properti dalam Pembangunan TOD, di Jakarta, Jumat (16/5/2017).

Pada akhirnya, tutur dia, isu yang lazim ditemui adalah biaya perjalanan menjadi lebih tinggi bagi para komuter, kapasitas jalan mengalami tekanan, kualitas hidup masyarakat menurun, dan tingkat kecemasan menjadi tinggi.

Seakan menjadi satu hal yang paling dicari masyarakat, pengembang pun berlomba-lomba menyematkan TOD saat memasarkan produknya.

Sebut saja PT Synthesis Development dengan produk kawasan terpadunya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. yang berhadapan dengan Halte Transjakarta Pancoran Barat.

Selain itu, PT Adhi Persada Properti dengan pengembangan kawasan terpadu di 10 stasiun kereta ringan (LRT).

"Banyak manfaat dari TOD ini, dari segi ekonomi tentu efisiensi, masyarakat yang bepergian tidak menggunakan kendaraan pribadi tetapi transportasi umum," kata Tommy.

Manfaat yang didapat masyarakat dengan menggunakan transportasi umum, kata Tommy, juga mengurangi waktu tempuh.

Jika yang biasanya harus bermacet-macet di jalan, masyarakat dapat tiba di tujuan lebih cepat dengan transportasi umum seperti kereta komuter.

Dengan mengurangi kendaraan pribadi, tutur Tommy, pengembang juga mendapat keuntungan karena tidak perlu menyediakan ruang parkir terlalu luas.

Dari segi keberlangsungan lingkungan, pengurangan kendaraan pribadi juga membuat emisi karbon yang mencemari lingkungan berkurang. Dengan begitu, kualitas udara juga lebih bersih tanpa adanya pencemaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Lewat Tol Cisumdawu, Waktu Tempuh Bandung-Bandara Kertajati 1 Jam

Berita
Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Hindari Omicron, JIS Ditutup Sementara untuk Kunjungan Umum

Berita
The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

The Okura Residence and Hotel Jakarta Mulai Dibangun, Investasi Rp 2,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Bidik Rp 650 Miliar, Paramount Lansir Dua Produk Ruko di Gading Serpong

Berita
Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf 'Y'

Membentang di Atas Sungai Brantas, Jembatan Ploso Berdesain Huruf "Y"

Konstruksi
194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

194 Tower Rumah Susun Dibangun Sepanjang Tahun 2021

Konstruksi
Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Sebentar Lagi Rampung, Ini Sisa Pekerjaan Jakarta International Stadium

Fasilitas
Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Kawasan Terpadu
Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Tembus Rp 5 Triliun

Berita
Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Agar Tak Tertipu Pengembang Berkedok Syariah, Ini Cara Menghindarinya

Hunian
MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

MITJ Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan TOD di Jabodetabek

Kawasan Terpadu
DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

DPR Minta Kementerian PUPR Gunakan Bahan Baku Lokal untuk Infrastruktur

Konstruksi
Rugikan Konsumen Miliaran Rupiah, Pengembang Perumahan Syariah FGM Dilaporkan ke Polisi

Rugikan Konsumen Miliaran Rupiah, Pengembang Perumahan Syariah FGM Dilaporkan ke Polisi

Berita
SPKLU Pertama Dioperasikan di Babel, Isi Baterai Kendaraan 50 Menit

SPKLU Pertama Dioperasikan di Babel, Isi Baterai Kendaraan 50 Menit

Fasilitas
Tahun 2022, Uang Ganti Rugi Lahan PSN Dialokasikan Rp 28,84 Triliun

Tahun 2022, Uang Ganti Rugi Lahan PSN Dialokasikan Rp 28,84 Triliun

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.