Kompas.com - 14/06/2017, 13:00 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Musim mudik Lebaran tahun 2017 ini diperkirakan terjadi peningkatan arus pemudik yang akan menggunakan jalan tol. Terlebih, setelah sebagian ruas Tol Trans-Jawa bakal dibuka sementara.

Untuk mengantisipasi kemacetan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menempatkan alat pengukur kepadatan lalu lintas atau remote traffic microwave sensor (RTMS).

Alat tersebut akan ditempatkan di beberapa titik seperti di segmen Cawang-Cikunir, Cikunir-Cikarang Utama, Cikarang Utama-Cikarang Timur, dan Cikarang Timur-SS Dawuan.

Lantas, bagaimana cara RTMS bekerja mendeteksi kemacetan?

"RTMS bekerja dengan sensor gelombang mikro yang memancarkan sensor," kata Vice President Divisi Management Operasi PT Jasa Marga Raddy R Lukman kepada KompasProperti, Selasa (13/6/2017).

Gelombang tersebut kemudian ditangkap stasiun pengendali yang berada di Cikarang Utama, dengan memperhatikan data yang didapat dari sensor.

Raddy menjelaskan, sensor itu dapat menyediakan data secara akurat dan real time, mulai dari volume kendaraan, beban ruas per segmen dan per jalur, hingga kecepatan rata-rata kendaraan per ruas.

streetsmartrental RTMS G4 dipasang di pinggir jalan.
Data yang ditangkap stasiun pengendali kemudian dioper ke National Traffic Management Center (NTMC) Polri dan pusat kendali di Cikopo.

"Jadi ketika hampir mencapai titik jenuhnya, kan mulai melambat. Tinggal nanti dari aparat kepolisian yang akan memutuskan untuk diambil tindakan, apakah dikeluarkan atau buka tutup, dan sebagainya," kata dia.

Terkait kebijakan pengalihan arus, Raddy mengatakan, hal itu sepenuhnya menjadi wewenang kepolisian. Jasa Marga hanya menyediakan data yang nantinya digunakan aparat kepolisian untuk mengambil tindakan.

Sejauh ini ada 23 unit RTMS yang telah dimiliki Jasa Marga. Harga per unit alat yang didatangkan dari Kanada itu berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 120 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.