Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/06/2017, 10:56 WIB
Ridwan Aji Pitoko

Penulis

MEDAN, KompasProperti - Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Riau dan Kabupaten Parapat di Sumatera Utara (Sumut) secara keseluruhan masih dalam kondisi mantap dan bisa digunakan para pemudik jelang Lebaran nanti.

Berdasarkan pantauan Tim Mudik Gesit Kompas.com pada Sabtu (27/5/2017), sekitar 95 persen kondisi jalan yang melintas dari Pekanbaru, Kabupaten Siak di Riau hingga Labuhan Utara di Sumut masih dalam keadaan cukup baik.

Sebagian besar jalan sudah diaspal dan sebagian lainnya dibeton saja. Adapun waktu tempuh dari Pekanbaru menuju Sumut melalui jalan tersebut kurang lebih 12 jam 50 menit dalam kondisi normal atau tanpa macet.

Namun, di beberapa titik seperti di Kawasan Duri, Kabupaten Siak masih terlihat jalanan yang rusak cukup parah sepanjang hampir satu kilometer dan membuat laju kendaraan sedikit tersendat.

Selang beberapa meter setelahnya terlihat pekerjaan pembetonan jalan sehingga membuat para pekerja di sana melakukan buka tutup jalan di kedua lajurnya.

Kerusakan jalan disinyalir terjadi karena banyaknya truk pengangkut hasil panen sawit yang berlalu lalang dari Riau menuju Sumut atau sebaliknya.

Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Kondisi Jalur Lintas Sumatera di Jalan Siguragura.
Oleh sebab itu, di jalan yang didominasi tikungan, tanjakan, dan turunan akibat mengikuti kontur perbukitan, para pemudik bisa melihat banyaknya pohon sawit di kanan dan kiri jalan serta pabrik-pabrik minyak kelapa sawit.

Namun, kendati jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumut masih dalam kondisi baik, hal itu tidak terjadi di jalur alternatifnya.

Jalur alternatif tersebut berada di Jalan Siguragura, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

Jalan tersebut merupakan jalan yang melintas di tengah perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara (Persero) Tbk.

Tim Mudik Gesit yang hendak menuju Kabupaten Parapat di Sumut melihat, sebagian jalan tersebut berada dalam kondisi baik meskipun cukup sempit untuk hitungan jalan dua jalur.

Jika ada truk yang datang dari arah berlawanan, maka kendaraan semacam minibus harus rela sedikit bergeser keluar jalan aspal agar truk bisa melintas.

Selain melewati perkebunan sawit, jalan alternatif menuju Sumut itu juga melewati perumahan milik perseroan yang juga memiliki kebun sawit di sekitarnya.

Setelah berjalan agak jauh atau kurang lebih 5 kilometer atau mendekati Kantor Polsek Aek Songsongan, Tim Mudik Gesit menemui titik-titik jalan berlubang sekitar satu kilometer dari kantor polsek tersebut.

Jalan rusak berikutnya berada di Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Bandar. Jalanan di desa tersebut sebagian besar belum diaspal dan masih dilapisi kerikil sehingga menyebabkan mobil Tim Mudik Gesit hanya dapat melaju dalam kecepatan 20 kilometer per jam.

Selain jalan rusak, pengemudi juga harus ekstra hati-hati ketika melintas jalur alternatif tersebut pada malam hari karena minim penerangan jalan umum (PJU).

Pengemudi yang melewati jalur alternatif ini jelang berbuka puasa juga harus mewaspadai banyaknya pengendara motor yang berjalan lambat karena hendak membeli hidangan berbuka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com