Menurut Sumarsono, Jakarta Butuh Hunian Bawah Tanah

Kompas.com - 10/05/2017, 21:05 WIB
Ilustrasi. Ada cara mudah meningkatkan nilai jual rumah. www.shutterstock.comIlustrasi. Ada cara mudah meningkatkan nilai jual rumah.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kebutuhan akan lahan hunian di DKI Jakarta sangat tinggi. Namun, dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan setiap tahunnya, sulit bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah tapak sendiri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk yang tercatat pada tahun 2015 sebanyak 10.177.924 jiwa.

Angka itu meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 10.075.310 jiwa.

Karena itu, saat ini pemerintah pusat tengah menggenjot realisasi kebijakan rumah untuk rakyat.

Meski pada masa pemerintahan sebelumnya, kebijakan serupa sudah dijalankan namun tidak semasif saat ini.

"Dulu mungkin masih swadaya yang didorong, kalau sekarang masif sekali," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono, saat diskusi bertajuk 'Kupas Tuntas Dua Tahun Program Sejuta Rumah' di Hotel Ibis, Jakarta, Selasa (9/4/2017).

Dia menuturkan, ketika menjabat sebagai penjabat sementara Gubernur DKI Jakarta, dirinya pernah berkeinginan untuk mengubah rencana tata ruang atau zonasi Jakarta. Namun, hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan.

"Itu butuh pembuatan peratyran daerah (perda) baru. Sementara, tata ruang kita ini umurnya sepuluh tahun," kata dia.

Lalu, bagaimana solusi untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat Jakarta?

"Pernah bayangkan enggak, ternyata Jakarta itu butuh tata ruang bawah tanah," ucap Sumarsono.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X