YLKI Menilai Kenaikan Tarif Tol Jakarta-Merak Langgar Undang-undang

Kompas.com - 10/04/2017, 22:00 WIB
Gerbang Tol Karang Tengah, Senin (10/4/2017). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comGerbang Tol Karang Tengah, Senin (10/4/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kenaikan tarif tol Jakarta-Tangerang-Merak menuai kecaman publik.

Baca: Pengendara Kecam Pemerintah Terkait Ketidaksiapan Integrasi Tol Jakarta-Merak

Kenaikan tarif tersebut merupakan dampak dari integrasi operasi, dan transaksi Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak yang telah diberlakukan sejak Minggu (9/4/2017).

Kini, tarif baru yang diberlakukan secara datar atau flat bagi pengendara jarak jauh maupun dekat adalah Rp 7.000 untuk kendaraan Golongan I, Rp 9.500 untuk kendaraan Golongan II, Rp 12.000 untuk Golongan III, Rp 16.000 untuk Golongan IV, dan Rp 20.000 untuk Golongan V.

Namun, menurut Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, kenaikan tarif tol tidak bisa semata-mata dilakukan atas dasar integrasi sistem transaksi dan operasi.

Baca: Jangan Masuk Tol kalau Jaraknya Dekat

Jika itu dilakukan maka dapat dikatakan melanggar regulasi yang telah ada. Menurut regulasinya, kenaikan tarif tol adalah per dua tahun.

"Kalau ada kenaikan sebelum waktu itu tidak boleh karena Undang-undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) menyebutkan kenaikan tarif tol itu dua tahun sekali," tutur Tulus kepada KompasProperti, Senin (10/4/2017).

Regulasi dimaksud adalah Pasal 48 ayat 3 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan Tol dan Pasal 68 ayat 1 PP nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Kenaikan tarif tol juga dilakukan jika ada inflasi yang mencapai persentase tertentu dan faktor berikutnya adalah memenuhi syarat pelayanan minimum (SPM).

"Harusnya kenaikan itu dasar argumentasinya adalah ruas tol itu mampu menjawab kebutuhan atau menjawab SPM yang kompenonennya ada 8 yang telah diatur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," imbuh dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X