Kompas.com - 07/04/2017, 09:31 WIB
Kondisi teraktual pembangunan LRT Jabodebek, foto diambil Kamis (9/2/2017). Hilda B Alexander/KOMPAS.comKondisi teraktual pembangunan LRT Jabodebek, foto diambil Kamis (9/2/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Country Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto memastikan, pengembangan properti di Indonesia belum ada yang betul-betul memenuhi prinsip transit oriented development (TOD).

"Kalau pun ada yang mengklaim, itu hanya tempelan," ujar Yoga menjawab KompasProperti, Kamis (6/4/2017). 

Dia mencontohkan proyek-proyek properti milik PT Adhi Karya Tbk bertajuk LRT City. Menurut Yoga, konsep TOD telah dipahami secara salah kaprah.

Baca: Adhi Karya Siapkan LRT City Senilai Rp 35 Triliun

Tidak cuma Adhi Karya, pengembang lainnya pun secara keliru menejermahkan konsep TOD hanya dengan membangun properti dengan akses transportasi seperti Jalur Transjakarta, atau jalur commuter line.

"Konsep TOD bukan seperti itu. TOD-nya Adhi Karya adalah pengembangan properti atau property development dari bisnis transportasi LRT. Sementara Podomoro City dengan Central Park-nya hanya memenuhi satu atau dua unsur dari konsep TOD," imbuh Yoga.

Konsep TOD, sejatinya harus memenuhi prinsip orientasi pada pejalan kaki (walk), bukan berorientasi pada kendaraan (car oriented). 

Pengembang, dan juga pemerintah secara bersama harus membangun jalur pedestrian yang aman, dan nyaman, untuk penghuni properti yang dikembangkan, dan juga warga sekitarnya.

Tak hanya jalur pejalan kaki, pengembangan juga harus ramah pada pesepeda. Di kota-kota Eropa, pemerintahnya bahkan menyediakan jalur khusus bagi pesepeda. Contohnya di Amsterdam, dan Kopenhagen.

Yoga kemudian menyebut prinsip TOD yang berikutnya adalah koneksi. Seluruh unsur, dan jenis properti seperti perkantoran, hunian atau apartemen, pusat belanja, rumah sakit, dan pusat aktivitas lainnya saling terhubung satu sama lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.