Penutupan Gerbang Tol Karang Tengah Bakal Melegakan Pengembang

Kompas.com - 06/03/2017, 12:08 WIB
Kondisi terkini di Gerbang Tol Karang Tengah, Jumat (6/5/2016). Ridwan Aji Pitoko/Kompas.comKondisi terkini di Gerbang Tol Karang Tengah, Jumat (6/5/2016).
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - Direktur Marketing Kingland Avenue Alam Sutera, Bambang Sumargono, mengatakan bahwa rencana penutupan gerbang tol (GT) Karang Tengah merupakan "angin segar" bagi para pelaku bisnis properti di sekitar kawasan itu, antara lain Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

"Karena kepadatan di Karang Tengah itu cukup panjang dengan antrean kerap mencapai lebih dari 10 kilometer saat jam sibuk. Kalau ditutup, kepadatan itu akan terurai sehingga akses menuju Jakarta-Tangerang dipastikan lancar," ujar Bambang, Minggu (5/3/2017).

Bambang menambahkan dengan ditutupnya GT Karang Tengah, jalur Serpong–Kebon Jeruk bahkan Tomang bisa ditempuh hanya 10 menit. Biasanya perjalanan itu ditempuh sekitar satu sampai satu setengah jam. Baca: April 2017, Gerbang Tol Karang Tengah Dihilangkan.

"Serpong–Bandara Soetta bahkan bisa ditempuh dalam waktu lebih singkat lagi nantinya," ujarnya.

Dia menambahkan, hal itu akan memberi keuntungan langsung pada proyeknya saat ini, yaitu Kingland Avenue sendiri. Berada tepat di pintu masuk kawasan Alam Sutera (flavor bliss), proyek apartemen tersebut punya akses langsung melalui Tol Jakarta-Merak.

Saat ini, pihaknya sudah menawarkan unit-unit apartemen di Tower The Venetian itu seharga Rp 700 jutaan. Sasarannya adalah kalangan menengah atas.

Bambang mengatakan, terus tumbuhnya harga properti saat ini seiring bertambahnya fasilitas pendukung kawasan di wilayah Tangsel. Ditambah akses infrastruktur yang baik dan kondisi makro ekonomi stabil, bisnis properti apartemen di kawasan itu dipastikan akan menarik banyak keuntungan.

"Bukan cuma investor, tapi juga menguntungkan end-user, karenaakan diuntungkan dengan bebasnya berbagai hambatan akses Tangerang – Jakarta seiring penutupan GT Karang Tengah pada April ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) bersama PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan mulai memberlakukan integrasi sistem transaksi di Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak pada April 2017. Nantinya, JSMR bakal menghilangkan Gerbang Tol (GT) Karang Tengah sehingga pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang untuk transaksi, yakni GT Cikupa.

Karang Tengah sendiri merupakan salah satu gerbang tol utama yang digunakan para pengguna jalan dan commuter di Jakarta untuk menuju ke arah barat atau sebaliknya. Data MMS menyebutkan, hingga triwulan III-2016, jumlah lalu lintas harian rata-rata (LHR) Tol Jakarta-Tangerang mencapai 167.906 kendaraan atau melebihi kapasitas jalan yang hanya 161.000 kendaraan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X