Pembangunan Infrastruktur di Koridor Timur Jakarta Untungkan Jababeka - Kompas.com

Pembangunan Infrastruktur di Koridor Timur Jakarta Untungkan Jababeka

Kompas.com - 21/02/2017, 18:45 WIB
Arimbi Ramadhiani Salah satu klaster perumahan di Jababeka Residence

CIKARANG, KompasProperti - Masifnya pengembangan properti sejalan dengan pembangunan infrastruktur.

Di koridor timur Jakarta, yakni Cikarang, proyek-proyek infrastruktur pendukung aksesibilitas dianggap menguntungkan pengembang seperti PT Jababeka Tbk.

Pasalnya, Jababeka membangun kota mandiri seluas 5.600 hektar bertajuk Jababeka Residence atau Kota Jababeka sejak 27 tahun silam.

"Akses menuju Jababeka ke depan akan sangat berkembang dan lebih baik karena timur Jakarta ini infrastrukturnya paling lengkap," ujar Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono di Jababeka Golf and Country Club, Jababeka Residence, Cikarang, Selasa (21/2/2017).

Ia mengaku jababeka sangat diuntungkan karena pemerintah saat ini tengah memfokuskan pengembangan infrastruktur di timur Jakarta, seperti rencana pembangunan dua stasiun Commuter Line Jabodetabek di Cikarang Utara.

Dua stasiun ini adalah Stasiun Lemahabang dan Cikarang yang lokasinya dekat dengan Jababeka. Selain stasiun, pemerintah juga menambah jalur kereta api.

"Sekarang pemerintah tengah mengerjakan pengembangan double double track  untuk commuter line dari Manggarai sampai Cikarang," kata Sutedja.

Jalur kereta ini tengah dalam penyelesaian dan diharapkan tahun ini bisa tersambung ke Cikarang.

Penambahan jalur kereta ini bisa meningkatkan akses commuter Jakarta-Cikarang dengan waktu relatif lebih cepat.

Dengan double-double track, waktu tempuh para penglaju dari Cikarang sampai Manggarai atau Sudirman hanya sekitar 40-45 menit.

"Ini akan menjadi moda transportasi yang baik. Double-double track akan meningkatkan gerbong dan jumlah penumpang," sebut Sutedja.

LRT dan MRT

Selain itu, terdapat rencana pembangunan light rail transit (LRT) di Bekasi Timur yang diperpanjang sampai Cikarang.

Menurut Sutedja, rencana ini masih dalam pembahasan dan akan dilegalisasi menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

Dia memandang penting LRT ini karena kebutuhan penduduk yang tinggal dan beraktivitas di Jababeka sebesar 1,2 juta orang sehingga selayaknya menjadi perhatian pemerintah pusat.

Tidak hanya itu, peningkatan akses juga dilakukan melalui pembangunan mass rapid transit (MRT) yang rencananya masuk sampai kawasan Jababeka.

"Perencanaannya, MRT timur Jakarta akan berakhir di Cikarang. Ini sudah ada pembicaraan untuk mengadakan MRT di Cikarang, tapi mungkin long term," jelas Sutedja.

Moda transportasi lainnya yang tengah dikerjakan pemerintah untuk mendukung akses koridor timur Jakarta adalah kereta cepat. Jalur kereta cepat ini akan tersambung sampai Cikarang dan Karawang KM 42.

Untuk mengantisipasi itu, Jababeka akan menarik LRT ke KM 34 yang berjarak hanya 7 kilometer dari stasiun kereta cepat.

Terakhir, infrastrukur yang dibangun pemerintah adalah berupa jalan tol layang atau elevated toll road Jakarta-Cikampek.

Nantinya, akan ada pintu-pintu keluar tol tersebut di Cikarang dan berakhir di Karawang Timur.

 


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X