Cerita di Balik Sulitnya Membangun Jalan Trans-Papua

Kompas.com - 13/02/2017, 19:00 WIB
Jalan Trans Papua Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRJalan Trans Papua
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kendati telah memastikan bakal memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas di Indonesia Timur terutama Papua, pemerintah masih menghadapi berbagai kesulitan.

Setidaknya ada enam permasalahan dan tantangan dalam pembangunan Jalan Trans-Papua, dan Jalan Perbatasan.

"Pertama belum terhubungnya jaringan jalan antar-kota yang menyebabkan harga barang menjadi mahal dan aksesabilitas jalur distribusi jadi terhambat," ucap Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto, kepada KompasProperti, Senin (13/2/2017).

Kemudian, kedua adalah kendala operasional terutama dalam hal keamanan, pembebasan lahan hak ulayat, dan aspek lingkungan berupa kawasan konservasi.

Baca: Komisioner Komnas HAM Bantah Klaim Pemerintah Soal Trans Papua

Terkait keamanan, pada awal 2016 silam dan beberapa waktu lalu terdapat beberapa pekerja konstruksi Jalan Trans-Papua yang tewas akibat ulah kelompok bersenjata dan oknum lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pihaknya tidak gentar, dan akan tetap melakukan pembangunan di Papua.

"Tentunya kami sangat berduka. Tapi pembangunan akan tetap berjalan. Kami tidak takut dengan hambatan yang terjadi," sebut Jokowi.

Baca: Jokowi: Kami Tidak Takut, Pembangunan di Papua Terus Berlanjut

KOMPAS/FABIO M LOPES COSTA Aktivitas pembukaan jalan Trans-Papua di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, oleh TNI Angkatan Darat dari kesatuan Detasemen Zeni Tempur pada 16 Agustus 2016.
Tantangan berikutnya adalah terkait kondisi geografi dan topografi di beberapa kawasan yang disebut Arie sangat sulit dan iklim ekstrim sehingga waktu efektif bekerja menjadi mandek.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X