189 Gedung Bertingkat Sesaki Jakarta Hingga 2019 Mendatang

Kompas.com - 13/10/2016, 19:11 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana pembangunan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta, Kamis, (10/11/2016). Pembangunan ini meliputi perkantoran, apartemen, dan hotel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta akan disesaki sebanyak 189 gedung bertingkat tinggi atau high rise hingga 2019 mendatang.

Gedung bertingkat yang sedang dalam konstruksi atau tahap pembangunan ini mencakup apartemen, hotel, dan perkantoran.

Menurut riset Colliers International Indonesia, dari total jumlah tersebut 113 gedung merupakan apartemen, 31 hotel, dan 45 perkantoran.

Rinciannya, pada kuartal IV hingga akhir 2016 akan ada 25 gedung apartemen yang diserahterimakan kepada konsumennya, 11 hotel yang dibuka untuk publik, dan 14 gedung perkantoran yang beroperasi.

Sementara pada tahun 2017, terdapat 38 gedung apartemen, 10 gedung perkantoran, dan 14 hotel yang rampung konstruksinya.

Sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 44 gedung apartemen, 12 gedung perkantoran, dan 4 hotel yang mulai beroperasi.

"Tahun 2019 jumlah gedung yang selesai konstruksinya jauh lebih sedikit, yakni 6 gedung apartemen, 9 perkantoran, dan 2 hotel," tulis Colliers. 

Secara wilayah, distribusi pembangunan gedung bertingkat tinggi ini tidak merata. Jakarta Selatan mendominasi dengan 83 gedung.

www.shutterstock.com Ilustrasi.
Menyusul di tempat kedua Jakarta Pusat dengan 44 gedung, Jakarta Barat 36 gedung, dan Jakarta Utara 17 gedung.

Sementara Jakarta Timur paling sedikit yakni hanya 9 gedung baru. 

Stagnan

Gedung baru boleh bertambah, tetapi bagaimana kinerjanya? 

Untuk gedung perkantoran, kompetisi yang terjadi semakin ketat. Hal ini tentu saja menekan harga sewa yang diprediksi bakal terus berlanjut hingga akhir 2016.

"Koreksi harga sewa di central business district (CBD) Jakarta akan memicu situasi yang sama di kawasan lainnya," lapor Colliers.

Halaman:


EditorHilda B Alexander

Close Ads X