Kenang Zaha Hadid, Sebuah Pameran Digelar di London

Kompas.com - 11/07/2016, 16:03 WIB
Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal. Zaha Hadid, seorang arsitek yang lahir di Baghdad pada tahun 1950, menjadi wanita pertama pemenang RIBA Royal Gold Medal.
|
EditorHilda B Alexander

LONDON, KOMPAS.com - Kematian Zaha Hadid pada awal tahun ini mengejutkan dunia arsitektur, mulai dari komunitas-komunitas global hingga yayasan miliknya.

Sebagai salah satu arsitek wanita ternama dunia, tak heran apabila banyak kegiatan guna mengenang karya-karya arsitekturnya.

Di Pameran Masterpiece London, teman Hadid sekaligus kolaborator David Gill Gallery Francis Sultana mengkurasi sebuah tempat pameran sebagai peringatan khusus yang memberikan pengetahuan tentang kehidupan dan karir arsitek berdarah Irak-Inggris itu.

"Pameran ini merupakan sebuah hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk mengenang Zaha yang telah pergi secara tiba-tiba. Aku ingin memastikan bahwa dirinya tidak dilupakan begitu saja, maka dari itu kami memulai berpikir tentang pekerjaan dan juga dirinya sebagai sosok dibalik karyanya" jelas Sultana.

Pameran ini menghadirkan beberapa objek pilihan rancangan Hadid berupa gedung-gedung dengan arsitektur unik dan rancangannya yang membuat dia mendapat penghargaan tertinggi arsitektur, yakni Pritzker Prize pada 2004.

Zaha lahir di Baghdad, Irak, dan menempuh pendidikan strata satu jurusan matematika di Universitas Beirut, Lebanon.

Setelah itu, ia memulai karier arsitekturnya bersama Architectural Association di London pada 1972. Kemudian pada 1979, Zaha membentuk firma arsitektur sendiri dengan nama Zaha Hadid Architects.

Bersamaan dengan itu, Zaha menjadi pionir dalam membentuk desain parametrik menggunakan perangkat lunak komputer agar menciptakan sebuah karya arsitektur gedung yang belum pernah ada sebelumnya.

Karyanya berupa Aquatic Center untuk Olimpiade London 2012 dan Guangzhou Opera House di China merangkum kemampuannya untuk menantang kebiasaan dan menemukan cara untuk mewujudkan bentuk yang sangat kompleks.

Pameran di Masterpiece ini juga termasuk lukisan, purwarupa, dan produk yang diselesaikan oleh studio arsitektur Zaha yang juga mendapatkan sentuhan Zaha dalam realisasi proyeknya.

Selain itu ada juga kliping pemberitaan dan artefak yang menggambarkan kepribadiannya dalam perjalanan Zaha untuk mendobrak dominasi pria dalam dunia arsitektur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X