Kompas.com - 28/06/2016, 21:34 WIB
|
EditorHilda B Alexander

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Pemudik yang melintasi Jalan Tol Mojokerto-Kertosono (Moker) ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara sepanjang 5 kilometer, disarankan untuk menjalankan kendaraannya sekitar 20 kilometer hingga maksimal 40 kilometer per jam.

Kepala Divisi Pelaksana PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Samsul Chair mengatakan, batasan kecepatan kendaraan tersebut ditetapkan demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan saat mudik dan balik Lebaran 2016.

"Kondisi jalan masih belum sempurna karena masih dalam proses pengerjaan. Meskipun sudah 70 persen progresnya, namun di beberapa titik masih belum bisa dilintasi. Karena itu kami buat menjadi lean concrete (lantai kerja)," jelas Samsul kepada Tim Merapah Trans JawaKompas.com, Senin (27/6/2016).

Kristianto Purnomo/Kompas.com Kondisi aktual Tol Kertosono-Mojokerto ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara, Senin (27/6/2016). PT Marga Harjaya Infrastruktur akan menggenjot pembangunan demi bisa difungsikan saat mudik Lebaran 2016.
Spot-spot yang masih belum rampung sekitar 1,7 kilometer yang akan dikebut pengerjaannya hingga bisa difungsikan pada H-6 atau H-5 Lebaran. 

Nantinya, lajur yang bisa difungsikan adalah lajur A untuk satu arah mudik. Lajur yang sama juga akan digunakan untuk arus arah balik.

Namun, untuk bisa digunakan saat mudik dan arus balik sangat bergantung pada penilaian Tim Independen yang terdiri dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Dinas Perhubungan.

Mereka akan melakukan uji laik fungsi terhadap ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara jika nanti rampung konstruksinya. 

"Tim penilai yang akan mengevaluasi. Mereka juga yang menentukan apakah ruas ini laik fungsi atau tidak. MHI hanya menyiapkan kondisi fisiknya saja, termasuk rambu-rambu keselamatan," tutur Samsul.

Ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara memiliki fasilitas dua gerbang yakni gerbang utama yang ada di wilayah Mojokerto dan merupakan barrier gate, serta gerbang Mojokerto Barat yang berada di wilayah Desa Gedeg.

"Pemudik yang melintasi ruas tol ini tidak dikenakan biaya alias gratis," tandas Samsul.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.