Orang Indonesia Dianggap Belum Siap Hidup di Atas Air

Kompas.com - 10/05/2016, 11:00 WIB
Warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang tinggal di atas perahu harus hidup dikelilingi tumpukan sampah. Foto diambil Rabu (20/4/2016). Kompas.com/David Oliver PurbaWarga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang tinggal di atas perahu harus hidup dikelilingi tumpukan sampah. Foto diambil Rabu (20/4/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Para peneliti telah menemukan bukti bahwa tinggal di atas air akan mampu memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan jiwa manusia.

Di samping memberikan pemandangan indah dan angin laut yang sejuk, tinggal di atas air dan menikmati pemandangan laut bisa mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan.

Hal itu mungkin sedikit bias, tetapi baru-baru ini penelitian dari Health & Place membantu para peneliti memahami kemampuan besar alam untuk memberikan terapi bagi manusia.

Beberapa minggu lalu, sekelompok peneliti menemukan wanita yang tinggal di area hijau seperti hutan memiliki usia hidup lebih panjang.

Temuan mereka tersebut kemudian menginspirasi penelitian lainnya untuk mencari fungsi kesehatan yang bisa diperoleh dari "area biru" seperti lautan dan air.

Berdasarkan basis data nasional, para ilmuwan tersebut mendapati warga Selandia Baru yang tinggal dekat dengan air mengaku tidak banyak mengalami gangguan psikologis.

Untuk validasi tambahan, para ilmuwan kemudian menguji apakah manfaat tersebut berkorelasi dengan uang karena hidup di air tidaklah murah.

KOMPAS.com/Hendra Cipto Ini penampakan kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) yang akan dilakukan hasil reklamasi Pantai Losari, Makassar.
Hasilnya, setelah dilihat dari pendapatan, biaya, dan faktor-faktor lainnya, efek hilangnya gangguan psikologis tersebut benar adanya.

Belum siap

Kendati demikian, hidup di atas air masih asing bila diterapkan di Indonesia. Padahal, hidup di atas air sudah mulai diterapkan di berbagai negara seperti di Belanda, Inggris, Uni Emirat Arab, China, dan Nigeria.

"Orang Indonesia belum siap hidup di atas air. Saya rasa masalahnya adalah bahwa penduduk Indonesia itu butuh edukasi untuk hal tersebut karena pemikiran yang ada sekarang hidup itu ya di atas tanah," ucap arsitek PT Arya Cipta Graha, Cosmas Gozali, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Cosmas menuturkan saat ini untuk tinggal di apartemen saja masyarakat masih sulit apalagi hidup di atas air. Dia memperkirakan butuh waktu beberapa generasi untuk bisa merealisasikan upaya itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X