Penulis
SEOUL, KOMPAS.com - Sebuah rumah idealnya berbentuk simetris dan tegak lurus dengan tanah. Namun, di Korea Selatan ada sebuah rumah memiliki bentuk laiknya sebuah peluncur roket yang sedang menghadap ke langit.
Berlokasi di dekat danau Chungpyong, Korea Selatan, sebuah studio desain dan penelitian bernama PRAUD membangun rumah dua lantai yang menjembatani hubungan kompleks antara kondisi topografi dan orientasi.
Rumah seluas 96 meter persegi ini juga mendapat julukan 'rumah bersandar'. Pasalnya, rumah itu "diangkat" di tepian sebelah selatan dengan tujuan memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah.
Di dalamnya, desain rumah yang miring atau condong ke bawah memungkinkan adanya penambahan luas lantai. Ruang tamu dan teras diposisikan di atas dan langsung berhadapan dengan sinar matahari dari atas.
Bukannya menambah struktur terpisah pada bangunan, PRAUD malah membuat sebuah bentuk rumah yang terhimpun satu sama lain sebagai sistem pendukungnya.
Di bagian bawah bentuk rumah yang menghadap langit, ada sebuah kotak kaca yang berguna untuk menghilangkan kebutuhan struktural elemen lainnya.
Di dalamnya, desain rumah yang miring atau condong ke bawah memungkinkan adanya penambahan luas lantai. Ruang tamu dan teras diposisikan di atas dan langsung berhadapan dengan sinar matahari dari atas.
Rumah seluas 96 meter persegi ini juga mendapat julukan 'rumah bersandar'. Pasalnya, rumah itu "diangkat" di tepian sebelah selatan dengan tujuan memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah.
Sementara itu, di bagian luar, PRAUD memperlakukan setiap permukaan yang ada menjadi sebagai bagian dari satu kotak tunggal menggunakan seng untuk membungkus keseluruhan bangunan.
Garis diagonal secara keseluruhan terus menerus membantu meningkatkan keterbacaan rumah terhadap medan bergelombang.
'Rumah bersandar' ini merupakan jenis rumah kantor dan dibangun di atas lahan seluas 482 meter persegi. Material rumah ini didominasi oleh seng dan kayu IPE.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.