Kompas.com - 19/04/2016, 15:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Prediksi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan bahwa penghentian reklamasi Teluk Jakarta hanya dalam enam sampai tujuh bulan dan pasti akan dilanjutkan dinilai tidak bijak dan menimbulkan banyak tanya bagi orang awam.

Baca: Ahok Prediksi Penghentian Sementara Proyek Reklamasi Hanya 6-7 Bulan

"Saya mau komentari itu tidak bijak kalau Pak Ahok bilang pasti dilanjutkan karena itu mendahului tim joint committee bentukan Menko Kemaritiman. Kan ini timbul pertanyaan kenapa dia bisa yakin sekali? Siapa sih di belakangnya?," ucap Ketua Lembaga Hukum Properti Indonesia, Erwin Kallo, di Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Penyataan tersebut dilontarkan Ahok saat menanggapi pertanyaan adanya gugatan dari pengembang terkait penghentian sementara (moratorium) proyek reklamasi ini.

Ia yakin dalam kurun waktu tersebut semua persyaratan dan perizinan terkait reklamasi sudah terpenuhi, dan sesuai dengan undang-undang.

"Si kontraktor akan minta apa? Kalau gugat ya gugat. Hitungan paling lama (bahas regulasi) 6 -7 bulan, kalau 6 bulan gugat enggak lucu juga. Belum selesai gugatan aturan sudah keluar," kata Ahok di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (18/4/2016).

Perihal gugatan tersebut, Erwin melihat belum ada kejelasan pihak mana yang akan digugat, apakah itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atau Ahok secara pribadi.

"Siapa yang bakal digugat? Pemprov DKI Jakarta atau Ahok? Apakah dia takut kalau komitmen-komitemen pribadinya digugat atau takut digugat institusinya?" tanyanya.

Lagipula, Erwin melanjutkan, dalam setiap perjanjian atau kesepakatan ada force majeur yang akan mengatur mengenai tanggung jawab dan biasanya terjadi karena bencana alam.

"Perubahan kebijakan pemerintah juga masuk ke dalam kategori force majeur. Hemat saya, kasus ini tidak akan mendapat gugatan seperti yang dibilang Ahok," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.